4 mobil Toyota yang dapat insentif PPnBM 100 persen sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta otomotif. Pemerintah tengah menggodok kebijakan fiskal baru. Kebijakan ini bertujuan memberikan stimulus besar bagi industri kendaraan bermotor.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini sedang membahas skema insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen. Rencana ini ditujukan khusus bagi kendaraan Internal Combustion Engine (ICE). Syarat utamanya, harga mobil wajib di bawah Rp 275 juta. Oleh karena itu, beberapa model Toyota dipastikan akan langsung menikmati dampak positif dari aturan tersebut.

Peluang Emas: Insentif PPnBM 100 Persen untuk Mobil Murah

Kemenperin dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mengkaji opsi stimulus ini. Tujuannya sangat jelas, yaitu mendongkrak daya beli masyarakat. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan penjualan mobil baru pada periode mendatang. Kemenperin menyiapkan dua opsi pengajuan insentif. Salah satunya mengusulkan pembebasan PPnBM 100 persen penuh.

Aturan baru ini sangat krusial bagi pasar mobil keluarga. Sebab, segmen kendaraan di bawah Rp 300 juta mendominasi penjualan nasional. Jika skema ini disetujui, pembeli mobil baru bisa menghemat jutaan rupiah. Tentu saja, hal ini membuat harga mobil menjadi jauh lebih terjangkau. Masyarakat berkesempatan besar memiliki kendaraan baru tanpa beban pajak mewah.

Syarat mobil dapat insentif PPnBM 100 persen adalah harga jual pabrik (Off The Road) harus memenuhi batas maksimal yang ditetapkan. Berikut adalah empat model Toyota yang paling berpotensi mendapatkan insentif PPnBM 100 persen, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen Indonesia.

Daftar 4 Mobil Toyota Bebas PPnBM

Empat model Toyota ini memiliki harga jual yang berada di bawah atau sangat mendekati batas Rp 275 juta. Mereka mewakili segmen MPV, LCGC, dan SUV kompak. Model-model ini sudah teruji keandalannya di pasar domestik.

1. All New Toyota Avanza: MPV Sejuta Umat

All New Toyota Avanza merupakan salah satu model paling populer di Indonesia. Mobil keluarga ini dikenal efisien dan memiliki kabin yang lega. Avanza sangat cocok untuk perjalanan harian maupun liburan keluarga.

Saat ini, Avanza dipasarkan mulai dari sekitar Rp 243 juta. Varian tertinggi Avanza pun masih berada di kisaran Rp 266 juta. Bahkan, beberapa varian tertingginya masih berpotensi masuk kriteria insentif. Mesin 1.329 cc yang diusungnya menawarkan keseimbangan optimal antara performa dan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, Avanza tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

2. Toyota Calya: Raja LCGC yang Makin Terjangkau

Toyota Calya merupakan kategori Low Cost Green Car (LCGC) yang sangat diminati. Calya sudah pasti berada jauh di bawah batas harga PPnBM yang diusulkan. Harga jual Calya berkisar antara Rp 169,6 juta hingga Rp 192,6 juta.

Calya menawarkan konfigurasi tujuh penumpang dengan harga yang sangat ramah di kantong. Mesin 1.197 cc tiga silinder memberikan performa memadai untuk kebutuhan perkotaan. Selain itu, ukurannya yang kompak menjadikannya mudah dikendarai di tengah lalu lintas padat. Dengan adanya insentif ini, harga Calya diprediksi akan semakin kompetitif.

3. Toyota Raize: SUV Kompak yang Stylish

Toyota Raize juga masuk dalam daftar mobil yang berpotensi bebas PPnBM 100 persen. Raize menawarkan desain modern dan fitur canggih, menarik bagi konsumen muda. Harga Raize saat ini dimulai dari sekitar Rp 242 juta.

Varian non-GR Sport dengan mesin 1.200 cc dan 1.000 cc turbo masih berada dalam rentang harga yang diusulkan. Raize memberikan sensasi berkendara yang responsif. Terlebih lagi, model ini menawarkan posisi duduk tinggi khas SUV. Namun demikian, konsumen perlu berhati-hati memilih varian, karena varian tertinggi GR Sport sudah menembus angka Rp 316 juta.

4. Toyota Agya: Hatchback Lincah Pilihan Perkotaan

Toyota Agya, terutama varian LCGC-nya, merupakan kandidat kuat penerima insentif. Agya dikenal sebagai hatchback lincah yang ideal untuk mobilitas perkotaan. Harga jual Agya berada di kisaran Rp 170 juta hingga Rp 190 juta untuk varian LCGC.

Agya menawarkan kemudahan parkir dan efisiensi bahan bakar yang tinggi. Meskipun ukurannya kompak, Agya tetap memberikan kenyamanan berkendara. Bahkan, varian Agya GR Sport 1.200 cc non-turbo pun masih berpeluang besar masuk dalam kriteria harga Rp 275 juta. Kebijakan ini akan membuat Agya semakin diminati sebagai mobil pertama.

Dampak Kebijakan Fiskal Baru terhadap Pasar

Rencana pemberian insentif ini menunjukkan komitmen pemerintah. Mereka ingin menjaga stabilitas industri otomotif domestik. Stimulus ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga membantu pabrikan. Pabrikan bisa menggenjot volume produksi mereka.

Keputusan akhir mengenai aturan baru PPnBM mobil harga di bawah Rp 275 juta akan sangat bergantung pada hasil kajian Kemenkeu. Jika disetujui, pasar otomotif nasional diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Oleh karena itu, masyarakat yang berencana membeli mobil baru disarankan memantau perkembangan kebijakan ini secara cermat.