Pecah Rekor! 1 Juta Mobil Tinggalkan Jabodetabek Natal 2025, Trans Jawa Membludak
Lebih dari 1 juta mobil tinggalkan Jabodetabek Natal 2025, menandai eksodus besar-besaran. Jutaan warga memanfaatkan momen libur panjang akhir tahun. Jasa Marga mencatat lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan. Data ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat perayaan Natal.
Kondisi ini menegaskan bahwa perencanaan perjalanan harus matang. Para pemudik wajib memantau informasi lalu lintas terkini. Sebab, kepadatan parah terjadi di beberapa ruas tol utama. Volume kendaraan ini jauh melampaui prediksi lalu lintas normal.
Rekor Baru Arus Mudik: 1,19 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek
Jasa Marga secara resmi merilis data pergerakan kendaraan. Tercatat sebanyak 1.195.806 kendaraan meninggalkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Perhitungan ini meliputi periode H-7 sampai H-1 libur Natal. Tepatnya, data diambil hingga Kamis, 25 Desember 2025 pukul 06.00 WIB.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 16,43 persen dibandingkan lalu lintas normal. Artinya, lebih dari satu juta kendaraan memadati empat Gerbang Tol (GT) Utama. Peningkatan volume kendaraan ini terbilang luar biasa. Oleh karena itu, Jasa Marga segera menerapkan strategi rekayasa lalu lintas.
Trans Jawa Paling Padat: Kenaikan Drastis di GT Cikampek Utama
Jika dilihat dari arah tujuan, jalur Trans Jawa menjadi primadona utama. Arah Timur, yang meliputi Trans Jawa dan Bandung, menyerap 560.108 kendaraan. Angka ini hampir separuh dari total kendaraan yang bergerak meninggalkan Jabodetabek. GT Cikampek Utama Jalan Tol Trans Jawa mencatat rekor kepadatan tertinggi.
Sebanyak 290.558 kendaraan melintas di gerbang tol tersebut. Angka ini meningkat drastis, mencapai 42,67 persen dari lalu lintas normal. Lonjakan dramatis ini menunjukkan popularitas Tol Trans Jawa. Pemerintah telah memperbaiki infrastruktur secara masif. Oleh karena itu, jalur tol ini menjadi pilihan utama pemudik.
Kemudian, Bandung menyusul sebagai tujuan favorit kedua. Pengendara menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang. Jumlahnya mencapai 269.550 kendaraan, naik 24,08 persen. Ini membuktikan bahwa jalur menuju Jawa Barat juga mengalami tekanan besar.
Bagaimana Kondisi Arah Barat dan Selatan?
Di sisi lain, arus ke arah Barat juga ramai. Sebanyak 357.810 kendaraan menuju Merak melalui GT Cikupa. Peningkatan ini mencapai 4,49 persen dari lalin normal. Selain itu, arah Selatan menuju Puncak Bogor juga mengalami kenaikan signifikan. GT Ciawi mencatat 277.888 kendaraan, naik sebesar 5,38 persen. Meskipun persentasenya lebih kecil, volume kendaraan tetap tinggi. Pengendara diimbau selalu waspada terhadap potensi kemacetan lokal.
Antisipasi dan Prediksi Puncak Kepadatan Tol Trans Jawa
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, memberikan penjelasan. Beliau menyoroti kondisi lalu lintas selama dua hari terakhir. Tepatnya pada 24 hingga 25 Desember 2025, volume kendaraan sangat tinggi. Arus lalu lintas meninggalkan Jabodetabek di empat GT Utama mencapai 201.257 kendaraan per hari. Angka ini melonjak 44,10 persen dari lalin normal.
Jasa Marga telah menerapkan strategi rekayasa lalu lintas yang ketat. Mereka memastikan kelancaran perjalanan pemudik. Khususnya di GT Cikampek Utama, peningkatan harian mencapai 113,70 persen pada 24 Desember. Ini membuktikan bahwa Prediksi puncak kepadatan Tol Trans Jawa telah terlampaui. Para pengguna jalan dianjurkan menghindari jam-jam sibuk. Mereka juga harus memastikan saldo e-toll mencukupi.
Tinggalkan Balasan