Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 02 Juni 2026 - 15:37 WIB
Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

misi penyelamatan satelit Palapa

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Misi penyelamatan satelit Palapa menjadi salah satu drama luar angkasa paling menegangkan yang pernah dicatat sejarah antariksa dunia. Pada bulan November 1984, dua astronaut NASA, Dale Gardner dan Joseph Allen, harus mempertaruhkan nyawa mereka melayang di ruang hampa udara tanpa tali pengaman tradisional. Mereka mengemban tugas berat untuk menangkap kembali satelit komunikasi milik Indonesia yang tersesat di orbit yang salah.

Satelit yang bermasalah tersebut adalah Palapa B2, generasi kedua dari sistem satelit komunikasi Indonesia. Sebelumnya, Indonesia mengukir sejarah sebagai negara berkembang pertama yang mengoperasikan sistem satelit domestik sejak peluncuran Palapa A1 pada tahun 1976. Keberadaan konstelasi satelit ini sangat vital untuk menyatukan jaringan komunikasi di ribuan pulau nusantara.

Namun, peluncuran Palapa B2 menggunakan pesawat ulang-alik Challenger pada Februari 1984 mengalami kegagalan fatal. Motor perige satelit gagal menyala dengan sempurna, membuat satelit bernilai jutaan dolar itu terdampar di orbit rendah yang tidak berguna. Kegagalan ini memicu kepanikan, mengingat pentingnya infrastruktur telekomunikasi bagi Indonesia kala itu.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Tantangan Maut Misi Penyelamatan Satelit Palapa

Berada di luar angkasa tanpa perlindungan atmosfer bumi menyimpan bahaya yang sangat ekstrem bagi keselamatan manusia. Para astronaut harus menghadapi ancaman paparan radiasi kosmik, badai matahari, serpihan sampah antariksa, hingga suhu ekstrem yang berubah drastis dari sangat panas ke sangat dingin. Dalam kondisi berbahaya inilah, NASA merancang misi penyelamatan satelit Palapa demi menyelamatkan aset berharga tersebut.

Rencana penyelamatan ini belum pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah penerbangan luar angkasa manusia. Pihak asuransi konsorsium internasional setuju mendanai operasi penyelamatan ini dengan harapan satelit dapat dibawa pulang ke Bumi, diperbaiki, dan dijual kembali. Tugas berat ini akhirnya jatuh ke tangan kru misi STS-51-A yang menggunakan pesawat ulang-alik Discovery.

Satu-satunya cara untuk membawa pulang satelit tersebut adalah dengan menangkapnya secara manual menggunakan tangan astronot. Joseph Allen dan Dale Gardner harus mengenakan baju luar angkasa khusus (EMU) dan keluar dari kompartemen aman pesawat ulang-alik. Mereka melayang bebas di kegelapan abadi antariksa untuk mendekati sasaran yang terus bergerak tak beraturan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Detik-Detik Menegangkan di Ruang Hampa

Joseph Allen menjadi orang pertama yang keluar dari wahana Discovery menuju satelit yang tersesat. Dengan bantuan jetpack bertenaga gas nitrogen, Allen meluncur perlahan mendekati badan raksasa Palapa B2. Keberhasilan misi penyelamatan satelit Palapa ini sangat bergantung pada presisi gerakan tangannya agar tidak membentur satelit yang bisa berakibat fatal.

Setelah berhasil menjangkau satelit, Allen memasang alat khusus yang disebut "Stinger" ke dalam nosel motor roket satelit. Ia kemudian menahan satelit seberat ratusan kilogram tersebut dengan tangannya sendiri selama beberapa jam saat lengan robot pesawat ulang-alik mengalami kendala teknis. Ini adalah salah satu bukti ketahanan fisik luar biasa dalam misi penyelamatan satelit Palapa tersebut.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved