Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 02 Juni 2026 - 14:53 WIB
Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen

cara cas mobil listrik

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Memahami cara cas mobil listrik yang benar sangat penting bagi setiap pemilik kendaraan ramah lingkungan agar daya tahan baterai tetap optimal. Saat ini, banyak pengguna baru yang masih membawa kebiasaan lama seperti mengisi bensin penuh saat mengantre di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Padahal, kebiasaan mengisi daya hingga 100 persen justru kurang direkomendasikan untuk kesehatan baterai jangka panjang.

Fenomena ini sangat berkaitan dengan teknologi baterai lithium-ion yang digunakan pada mayoritas kendaraan listrik modern saat ini. Mengisi daya menggunakan fasilitas pengisian cepat (ultra fast charging) memang sangat membantu menghemat waktu perjalanan. Namun, pengisian daya yang terlalu penuh di stasiun pengisian justru memicu penurunan efisiensi yang sangat signifikan.

Mengapa Cara Cas Mobil Listrik di SPKLU Dibatasi 80 Persen?

Banyak pengguna baru yang belum paham bahwa cara cas mobil listrik tidak bisa disamakan dengan mengisi bensin di SPBU. Pada tangki bahan bakar minyak (BBM), aliran cairan akan tetap stabil dan konsisten dari kondisi kosong hingga hampir penuh. Sebaliknya, pengisian daya baterai kendaraan listrik bekerja dengan prinsip kimiawi yang jauh lebih kompleks.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ketika baterai berada di bawah kapasitas 80 persen, arus listrik bertegangan tinggi dapat masuk dengan sangat cepat karena masih banyak sel baterai yang kosong. Namun, begitu kapasitas menyentuh angka 80 persen, kecepatan pengisian akan menurun secara drastis. Kecepatan pengisian yang biasanya bisa berlangsung di atas 50 kWh per jam akan turun hingga di bawah 10 kWh per jam.

Penurunan kecepatan ini terjadi karena energi listrik harus mencari sel-sel baterai yang masih kosong untuk diisi. Proses pencarian sel kosong ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan presisi yang lebih tinggi agar tidak merusak struktur kimia di dalam baterai.

Analogi Area Parkir yang Mulai Penuh

Untuk memudahkan pemahaman, bayangkan sebuah mobil yang hendak masuk ke dalam area parkir pusat perbelanjaan. Ketika area parkir masih kosong, mobil bisa masuk dengan sangat cepat tanpa perlu mengantre lama. Namun, ketika kapasitas parkir sudah terisi hingga 80 persen, pengemudi harus melambat untuk mencari ruang kosong yang tersisa.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Hal serupa terjadi pada aliran elektron saat proses pengisian daya cepat berlangsung. Hambatan alami ini menjadi penyebab utama mengapa durasi pengisian dari 80 persen ke 100 persen membutuhkan waktu yang hampir sama lamanya dengan pengisian dari 10 persen ke 80 persen.

Menjaga Keamanan dan Kesehatan Baterai Jangka Panjang

Produsen otomotif merancang cara cas mobil listrik dengan sistem manajemen baterai (BMS) yang canggih. Sistem pintar ini berfungsi untuk memantau suhu, tegangan, dan kesehatan setiap sel baterai secara real-time. Ketika baterai mendekati kapasitas penuh, BMS akan secara otomatis menurunkan arus listrik untuk mencegah terjadinya panas berlebih

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved