Selama persidangan, terungkap bahwa Xu tidak hanya meracuni Lin Qi. Ia juga meracuni empat rekan kerja lainnya di kantor yang ia anggap sebagai pesaing politiknya di perusahaan. Beruntung, keempat rekan kerja tersebut berhasil selamat setelah mendapatkan perawatan medis intensif, meskipun mengalami kerusakan organ yang cukup serius.
Warisan Lin Qi dan Kesuksesan Global 3 Body Problem
Kematian tragis Lin Qi menyisakan duka mendalam bagi dunia game dan perfilman fiksi ilmiah. Yoozoo Games, yang ia dirikan di Shanghai pada tahun 2009, merupakan pengembang di balik game strategi populer Game of Thrones: Winter Is Coming. Berkat kepemimpinan Lin, perusahaan ini berhasil menembus pasar internasional dan mencatatkan valuasi triliunan rupiah.
Sebelum wafat, Lin Qi memiliki mimpi besar untuk membawa karya sastra China ke panggung dunia melalui serial 3 Body Problem. Netflix akhirnya merilis adaptasi serial tersebut pada awal tahun 2024, yang langsung melejit menjadi salah satu tontonan paling banyak disaksikan secara global. Nama Lin Qi tetap dicantumkan secara anumerta sebagai produser eksekutif untuk menghormati visinya.
Serial tersebut digarap oleh kreator terkenal David Benioff dan D.B. Weiss, yang sebelumnya sukses besar dengan Game of Thrones. Keberhasilan adaptasi ini membuktikan bahwa visi bisnis Lin Qi sangat brilian, meskipun ia harus kehilangan nyawa sebelum sempat melihat karyanya dinikmati jutaan penonton dunia.
Buku trilogi fiksi ilmiah asli karya Liu Cixin sendiri telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia. Kesuksesan adaptasi Netflix membuktikan bahwa visi Lin Qi melampaui zamannya, meskipun ia tidak sempat menyaksikan mahakarya tersebut tayang di layar kaca.
Kini, dengan berakhirnya proses hukum terhadap pembunuh bos Yoozoo Games, industri teknologi dan hiburan di China berharap kasus kelam ini tidak terulang kembali. Publik global kini dapat mengenang warisan kreatif Lin Qi dengan tenang, sementara keadilan hukum telah sepenuhnya ditegakkan di atas tanah Shanghai.