Wilayah-wilayah yang masuk dalam zona merah kekeringan ini meliputi:
- Sebagian besar Pulau Sumatra (terutama bagian timur dan selatan).
- Seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
- Kalimantan bagian selatan dan timur yang rawan kebakaran hutan.
- Sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga wilayah Papua.
Kondisi ini diperparah dengan prediksi puncak musim kemarau yang akan terjadi secara serentak pada Agustus 2026 di 429 ZOM. Dengan curah hujan yang minim dan suhu udara yang cenderung meningkat akibat El Nino, risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta krisis air bersih menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak dini.
Langkah Antisipasi Sektor Pangan dan Sumber Daya Air
Mengingat Awal Musim Kemarau 2026 yang datang lebih gasik, BMKG menghimbau pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan langkah mitigasi. Sektor pertanian menjadi yang paling rentan terdampak, terutama terkait pola tanam dan ketersediaan air irigasi. Para petani disarankan untuk memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan atau memiliki siklus panen yang lebih singkat guna menghindari gagal panen.
Selain itu, pengelolaan sumber daya air di waduk, embung, dan bendungan harus dilakukan secara optimal. Pengisian cadangan air harus dimaksimalkan sebelum curah hujan benar-benar hilang. Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk mulai membudayakan hemat air dan mewaspadai potensi penyakit yang sering muncul saat cuaca panas ekstrem melanda.
Pemerintah daerah di wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih panjang juga perlu menyiapkan skema bantuan air bersih dan pemadam kebakaran hutan. Koordinasi lintas sektor antara BMKG, BNPB, dan Kementerian Pertanian menjadi kunci utama dalam meminimalisir kerugian ekonomi dan dampak sosial yang mungkin timbul akibat pergeseran iklim ini.
Dengan pemahaman yang baik mengenai jadwal Awal Musim Kemarau 2026, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan alam ini. Kesiapsiagaan sejak dini adalah investasi terbaik untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas lingkungan di tengah ketidakpastian iklim global yang terus berubah.