Meskipun situasi ini terlihat suram, Shirzaei menambahkan bahwa penurunan tanah sebenarnya lebih mudah diatasi dibandingkan kenaikan permukaan laut global yang bersifat makro. Kuncinya terletak pada pengelolaan sumber daya air secara lokal. Kebijakan yang ketat mengenai penggunaan air tanah dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dapat menjadi solusi efektif untuk mengerem laju penurunan tersebut.
Penelitian yang berfokus di Jawa ini diharapkan menjadi cermin bagi wilayah pesisir lain di seluruh dunia. Leonard Ohenhen, penulis utama penelitian tersebut, menjelaskan bahwa banyak wilayah pesisir global mengalami nasib serupa namun sering kali luput dari pantauan radar pemerintah setempat.
Apa yang saat ini terjadi di Jawa merupakan gambaran nyata dari apa yang akan menimpa wilayah lain jika manajemen lahan dan air tidak dikelola dengan benar. Pengawasan yang ketat dan kebijakan berbasis data menjadi harga mati untuk menyelamatkan daratan yang tersisa. Tanpa langkah konkret, eksistensi kota-kota pesisir di Jawa hanya tinggal menunggu waktu.
Pemerintah dan masyarakat harus segera bersinergi dalam melakukan konservasi air dan menghentikan eksploitasi air tanah secara liar. Kesadaran kolektif mengenai bahaya penurunan permukaan tanah Jawa adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan pulau ini tetap layak huni bagi generasi mendatang.