Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Rabu, 15 April 2026 - 07:55 WIB
Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam

Penurunan permukaan tanah Jawa

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Penurunan permukaan tanah Jawa kini menjadi ancaman nyata yang jauh lebih mengkhawatirkan daripada kenaikan air laut global akibat perubahan iklim. Berdasarkan hasil pemetaan terbaru dari tim peneliti lintas negara, hampir seluruh wilayah di pulau terpadat di Indonesia ini mengalami penurunan elevasi yang signifikan. Fenomena ini tidak hanya menyasar kota-kota besar di pesisir utara, tetapi juga merambah hingga ke wilayah pedesaan di pedalaman.

Tim peneliti melakukan pemetaan mendalam mengenai tingkat subsiden tanah di sepanjang Pulau Jawa. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana ditemukan laju penurunan tanah berkisar antara 1 hingga 15 sentimeter setiap tahunnya. Angka ini secara konsisten melampaui rata-rata kenaikan permukaan laut global yang selama ini menjadi sorotan utama dalam isu lingkungan global.

Melalui pengamatan satelit yang presisi dan proyeksi kenaikan permukaan laut, para ahli menyimpulkan kondisi yang mengkhawatirkan untuk masa depan. Mereka memprediksi bahwa penurunan permukaan tanah Jawa akan memberikan kontribusi hingga 85 persen terhadap total kenaikan permukaan laut di sebagian besar garis pantai pada tahun 2050 mendatang. Kondisi ini menempatkan jutaan penduduk dalam risiko kehilangan tempat tinggal.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Aktivitas Manusia Jadi Pemicu Utama Penurunan Permukaan Tanah Jawa

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advanced ini menegaskan bahwa fenomena amblasnya tanah di Jawa bukanlah dampak langsung dari perubahan iklim. Sebaliknya, aktivitas manusia yang tidak terkendali menjadi motor penggerak utama di balik krisis geologi ini. Para peneliti memperingatkan bahwa mengabaikan faktor antropogenik ini sama saja dengan meremehkan bencana besar yang sedang mengintai.

Beberapa penyebab utama penurunan permukaan tanah Jawa meliputi pengambilan air tanah secara masif di kawasan perkotaan. Selain itu, penggunaan air tanah untuk sektor pertanian yang tidak teregulasi serta ekstraksi besar-besaran untuk kebutuhan industri turut memperparah keadaan. Faktor pemadatan tanah secara alami di wilayah delta juga memberikan kontribusi, meski tidak sebesar dampak aktivitas manusia.

Manoochehr Shirzaei, salah satu penulis studi dari Virginia Tech, menyatakan bahwa risiko ini sering kali tidak terdeteksi oleh pembuat kebijakan hingga dampaknya benar-benar terasa. Ia menekankan bahwa jika otoritas terkait terus mengabaikan data ini, maka risiko banjir rob dan tenggelamnya wilayah pesisir akan meningkat berlipat ganda dalam waktu singkat.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dampak Luas Bagi Ekosistem Pesisir

Data menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen garis pantai di Pulau Jawa kini berada dalam risiko tinggi terkena banjir kronis. Hal ini terjadi karena daratan yang semakin rendah tidak lagi mampu membendung pasang air laut. Proyeksi tahun 2050 menunjukkan bahwa wilayah-wilayah produktif di sepanjang pantai utara bisa berubah menjadi lautan jika tidak ada intervensi yang serius dari sekarang.

Fenomena penurunan permukaan tanah Jawa ini juga menciptakan efek domino terhadap infrastruktur publik. Jalan raya, jembatan, hingga bangunan pemukiman mengalami kerusakan struktural akibat pergeseran tanah di bawahnya. Biaya ekonomi yang harus ditanggung akibat kerusakan ini diperkirakan mencapai angka triliunan rupiah setiap tahunnya.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved