Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB
Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Harga bahan baku fiber optik

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Harga bahan baku fiber optik dilaporkan mengalami lonjakan drastis hingga 17 persen akibat ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Fenomena ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku industri telekomunikasi karena mengancam kelancaran pembangunan infrastruktur digital di tanah air. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) secara resmi meminta pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi situasi yang dinilai tidak normal ini.

Kenaikan harga material utama ini menjadi tekanan serius bagi para operator seluler dan penyedia layanan internet (ISP). Pasalnya, peningkatan biaya produksi secara otomatis akan membebani anggaran ekspansi jaringan, terutama dalam upaya memeratakan akses internet cepat ke seluruh pelosok Indonesia. Tanpa intervensi yang tepat, target digitalisasi nasional yang dicanangkan pemerintah bisa terancam melambat secara signifikan.

Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Swandy, menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini sudah berada di luar batas kewajaran. Menurutnya, para pemasok mulai menaikkan harga secara bertahap seiring dengan sulitnya mendapatkan material pendukung kabel. "Secara signifikan harga bahan baku fiber optik dari supplier saat ini sudah tidak normal. Kenaikannya hampir 15 hingga 17 persen," ujar Jerry dalam pernyataan resminya baru-baru ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Penyebab Utama Kenaikan Harga Bahan Baku Fiber Optik

Faktor utama yang mengerek biaya produksi ini adalah meroketnya harga turunan minyak bumi, salah satunya adalah High-Density Polyethylene (HDPE). HDPE merupakan material vital yang berfungsi sebagai pipa pelindung kabel fiber optik agar tahan terhadap tekanan tanah dan cuaca. Karena sebagian besar bahan kimia dan plastik global sangat bergantung pada stabilitas harga minyak mentah di Timur Tengah, konflik geopolitik langsung memukul industri ini.

Jerry merinci bahwa kenaikan harga HDPE memberikan dampak langsung pada perhitungan biaya per meter kabel. Jika sebelumnya harga berada di kisaran Rp10.000 per meter, kini para kontraktor harus merogoh kocek lebih dalam dengan kenaikan sekitar Rp1.500 hingga Rp1.700 per meter. Selisih harga tersebut terlihat kecil dalam skala kecil, namun menjadi beban miliaran rupiah ketika diterapkan pada proyek pembangunan kabel bawah tanah ribuan kilometer.

Situasi ini kian pelik karena harga bahan baku fiber optik yang mahal tidak hanya memengaruhi kabel itu sendiri, tetapi juga seluruh ekosistem perangkat pendukungnya. Industri telekomunikasi nasional saat ini sedang berupaya meningkatkan rasio penetrasi broadband untuk mendukung ekonomi digital. Namun, lonjakan biaya ini bisa memaksa operator untuk meninjau ulang rencana investasi mereka di tahun berjalan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dampak Terhadap Target Infrastruktur Jaringan Broadband

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki ambisi besar untuk meningkatkan kecepatan internet nasional. Target kecepatan internet minimal 100 Mbps menjadi salah satu fokus utama dalam mempercepat transformasi digital. Namun, realisasi target ini sangat bergantung pada ketersediaan material kabel yang terjangkau dan stabil di pasar domestik.

BERITA TERKAIT

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved