Apabila harga bahan baku fiber optik terus merangkak naik tanpa kendali, dikhawatirkan para penyedia layanan akan membebankan biaya tambahan tersebut kepada konsumen akhir. Hal ini tentu akan kontraproduktif dengan semangat penyediaan internet murah bagi masyarakat. Oleh karena itu, efisiensi dalam rantai pasok material menjadi kunci utama yang harus segera diselesaikan oleh lintas kementerian.
Apjatel mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mencari solusi terbaik. Mereka berharap Komdigi dapat berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Perdagangan guna memastikan ketersediaan stok material dan menjaga stabilitas harga di tingkat distributor maupun pabrikan lokal.
Harapan Intervensi Pemerintah dan Insentif Industri
Industri telekomunikasi berharap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat menyiapkan langkah intervensi strategis atau skema insentif khusus. Insentif ini bisa berupa relaksasi pajak impor untuk komponen yang belum bisa diproduksi di dalam negeri atau subsidi tertentu bagi proyek infrastruktur strategis nasional. Langkah ini dinilai krusial agar momentum pembangunan digital tidak kehilangan daya dorongnya.
Selain masalah harga, kepastian regulasi terkait penggelaran kabel di daerah juga seringkali menjadi hambatan tambahan bagi operator. Dengan adanya tantangan kenaikan harga bahan baku fiber optik ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi semakin mendesak. Koordinasi yang baik akan membantu memangkas biaya-biaya non-teknis yang selama ini membebani biaya pembangunan jaringan.
“Kami tetap optimis pemerintah akan memberikan perhatian khusus karena masalah ini menyangkut tulang punggung pembangunan digital nasional,” tambah Jerry. Pihak asosiasi juga menyarankan agar pemerintah mendorong penguatan industri manufaktur kabel dalam negeri agar ketergantungan terhadap fluktuasi pasar global dapat diminimalisir di masa depan.
Sebagai penutup, tantangan ekonomi global memang tidak bisa dihindari, namun mitigasi risiko di tingkat domestik harus diperkuat. Industri berharap agar stabilitas harga bahan baku fiber optik dapat segera terwujud demi menjamin keberlangsungan layanan internet yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.