Herry Yogaswara menambahkan bahwa penguatan riset di masa mendatang akan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Ia optimis bahwa Situs Bumiayu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan unggulan di bidang arkeologi. Selain menjadi pusat penelitian dunia, situs ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan prasejarah.
Baca Juga :
Pengembangan infrastruktur penelitian di lokasi temuan fosil gajah purba Bumiayu diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan konservasi artefak yang masih tertanam. BRIN berkomitmen untuk terus menggali potensi ilmiah di wilayah Brebes guna melengkapi kepingan teka-teki sejarah evolusi manusia di Asia Tenggara.
Masyarakat setempat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga area temuan dari aktivitas penggalian liar. Kesadaran kolektif untuk melindungi benda cagar budaya sangat diperlukan agar data sejarah yang terkandung di dalamnya tidak hilang begitu saja. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat, masa depan Situs Bumiayu sebagai pusat peradaban purba akan semakin diakui secara internasional.
Secara keseluruhan, temuan ini membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi pusat perhatian para peneliti dunia dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Keberadaan fosil gajah purba Bumiayu bukan sekadar tumpukan tulang tua, melainkan sebuah narasi panjang tentang bagaimana alam dan makhluk hidup berinteraksi selama jutaan tahun di tanah Jawa.