Ke depannya, Komdigi akan terus melakukan audit terhadap sistem verifikasi umur yang diterapkan oleh setiap platform. Jika hingga batas waktu yang ditentukan masih ada platform yang belum patuh, pemerintah tidak segan untuk mengambil tindakan administratif yang lebih tegas, termasuk pembatasan operasional di wilayah Indonesia.
Kesadaran masyarakat, terutama orang tua, juga sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan kebijakan ini. Meskipun teknologi bisa membantu membatasi akses, pengawasan dari lingkungan keluarga tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak. Sinergi antara regulasi pemerintah, kepatuhan platform, dan pengawasan orang tua menjadi kunci utama efektivitas aturan batas usia media sosial di masa depan.
Menjelang tahun 2026, tekanan publik terhadap YouTube dan Meta diprediksi akan semakin meningkat. Masyarakat menuntut transparansi mengenai bagaimana data anak-anak dikelola dan bagaimana mereka memastikan tidak ada lagi pengguna di bawah umur yang menyelinap masuk. Pemerintah pun meminta platform yang belum sepenuhnya patuh agar segera mempercepat penyesuaian aturan batas usia media sosial sebelum sanksi hukum benar-benar diterapkan secara penuh.