Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Biaya Teknologi Perang AS Membengkak Lawan Drone Murah Iran
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Biaya Teknologi Perang AS Membengkak Lawan Drone Murah Iran

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 29 Maret 2026 - 20:53 WIB
Biaya Teknologi Perang AS Membengkak Lawan Drone Murah Iran

Biaya teknologi perang AS

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Biaya teknologi perang AS kini tengah menghadapi tantangan serius akibat ketimpangan nilai ekonomi dalam konflik modern melawan Iran. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mulai menyadari bahwa penggunaan alutsista canggih dengan harga selangit tidak lagi efektif untuk membendung serangan drone murah. Fenomena ini memicu perdebatan besar di Washington mengenai keberlanjutan strategi militer jangka panjang mereka di Timur Tengah.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan peringatan keras mengenai situasi yang mengkhawatirkan ini. Menurutnya, militer AS tidak boleh terjebak dalam pola pemborosan amunisi mahal hanya untuk menjatuhkan target yang nilainya jauh lebih rendah. Hegseth menegaskan bahwa menembak jatuh drone yang hanya berharga puluhan ribu dolar dengan rudal seharga US$ 2 juta adalah sebuah kegagalan finansial yang nyata. Oleh karena itu, AS harus segera mengubah haluan dengan mengerahkan drone serang dalam jumlah besar namun tetap efisien secara biaya.

Ketimpangan Ekonomi dalam Perang Modern

Data estimasi publik menunjukkan betapa lebarnya jurang biaya teknologi perang AS jika dibandingkan dengan pihak lawan. Iran secara konsisten menggunakan kawanan drone Shahed yang hanya dibanderol sekitar US$ 20.000 hingga US$ 50.000 per unit. Meskipun murah dan terlihat sederhana, drone ini terbukti efektif menembus sistem pertahanan udara yang paling canggih sekalipun. Dampaknya sangat nyata, mulai dari kerusakan pangkalan militer hingga gangguan pada fasilitas strategis AS di kawasan tersebut.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Sebaliknya, pengeluaran Amerika Serikat untuk kebutuhan amunisi meledak hingga mencapai US$ 5,6 miliar hanya dalam kurun waktu dua hari pertama perang. Angka fantastis ini menunjukkan betapa mahalnya biaya yang harus dibayar untuk mempertahankan dominasi udara tradisional. Kondisi ini menciptakan asimetri perang yang merugikan pihak AS, di mana musuh bisa menguras cadangan devisa dan stok senjata Pentagon hanya dengan modal yang relatif kecil.

Biaya Teknologi Perang AS dan Pergeseran ke Silicon Valley

Untuk mengatasi masalah efisiensi tersebut, Pentagon kini mulai melirik inovasi dari perusahaan rintisan di Silicon Valley. Langkah ini diambil untuk memangkas biaya teknologi perang AS melalui pengembangan sistem otonom yang lebih terjangkau. Salah satu hasilnya adalah pengerahan Low-cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS). Drone buatan SpektreWorks asal Arizona ini hanya memiliki harga sekitar US$ 35.000 per unit, sebuah angka yang jauh lebih kompetitif untuk menghadapi ancaman drone Iran.

Namun, transisi ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. CEO Govini, Tara Murphy Dougherty, mengungkapkan bahwa produksi sistem LUCAS masih berada pada level yang moderat. Sejauh ini, kekuatan udara Amerika Serikat di wilayah konflik masih sangat bergantung pada jet tempur konvensional dan pesawat pengebom strategis. Padahal, penggunaan pesawat berawak ini memerlukan biaya operasional dan perawatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi drone otonom.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved