Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Biaya Teknologi Perang AS Membengkak Lawan Drone Murah Iran
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Biaya Teknologi Perang AS Membengkak Lawan Drone Murah Iran

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 29 Maret 2026 - 20:53 WIB
Biaya Teknologi Perang AS Membengkak Lawan Drone Murah Iran

Biaya teknologi perang AS

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Inovasi Laser Sebagai Solusi Murah

Selain pengembangan drone murah, sektor pertahanan anti-drone juga terus memacu inovasi teknologi laser. Perusahaan Aerovironment baru-baru ini meluncurkan sistem laser bernama Locust X3. Keunggulan utama dari sistem ini adalah biaya operasionalnya yang sangat rendah, yakni di bawah US$ 5 untuk setiap satu kali tembakan. Teknologi ini diharapkan mampu menekan biaya teknologi perang AS secara signifikan dalam jangka panjang.

Perusahaan teknologi lain seperti Anduril, Epirus, hingga Axon juga tidak mau ketinggalan. Mereka mulai meningkatkan skala produksi teknologi anti-drone berbasis kecerdasan buatan dan gelombang mikro. Fokus utama mereka adalah menciptakan benteng pertahanan yang efisien tanpa harus mengandalkan rudal-rudal pencegat yang harganya setara dengan sebuah apartemen mewah.

Ledakan Investasi di Sektor Pertahanan

Konflik yang terus memanas antara AS dan Iran menjadi katalisator bagi pertumbuhan perusahaan teknologi pertahanan. Data dari Pitchbook mengungkapkan bahwa nilai kesepakatan pendanaan Venture Capital (VC) di sektor ini melonjak drastis. Tahun lalu, angka investasi mencapai US$ 49,9 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan perolehan tahun 2024 yang hanya sebesar US$ 27,3 miliar. Investor melihat peluang besar dalam modernisasi militer yang berfokus pada efisiensi biaya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Perusahaan-perusahaan besar seperti Palantir dan Anduril telah mengamankan kontrak senilai miliaran dolar dengan Pentagon. Meskipun antusiasme investor sangat tinggi, tantangan birokrasi masih membayangi. Berdasarkan data dari Ronald Reagan Presidential Foundation and Institute, pengeluaran untuk startup teknologi pertahanan ternyata masih di bawah 1% dari total nilai kontrak pertahanan AS pada tahun 2025. Dari porsi yang kecil itu, dominasi pasar masih dikuasai oleh tiga pemain besar, yaitu Anduril, Palantir, dan SpaceX.

Permintaan terhadap teknologi murah kian meroket sejak eskalasi serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Beberapa startup mengaku mendapatkan instruksi langsung dari Pentagon untuk segera menggenjot kapasitas produksi mereka. CEO Chaos Industries, John Tenet, bahkan menyatakan bahwa timnya bekerja tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan militer tanpa menunggu kontrak formal turun terlebih dahulu demi menjaga momentum pertahanan.

Pergeseran fokus ini sejalan dengan ambisi Presiden Donald Trump yang mengajukan anggaran militer sebesar US$ 1,5 triliun untuk tahun 2027. Pete Hegseth menargetkan industri pertahanan dalam negeri mampu memproduksi dan mengoperasikan hingga 300.000 drone berbiaya rendah dalam waktu singkat. Langkah strategis ini diharapkan dapat menyeimbangkan kembali biaya teknologi perang AS agar tetap kompetitif dalam menghadapi ancaman global yang terus berevolusi.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved