Technonesia - Akun X Mojtaba Khamenei centang biru kembali muncul dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah sempat menghilang dari peredaran. Kemunculan akun milik putra pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, ini memicu perdebatan sengit mengenai konsistensi platform dalam menerapkan aturan global. Akun tersebut terpantau mulai aktif kembali sejak Maret ini dengan lokasi yang terdaftar di Iran.
Berdasarkan laporan investigasi dari CNBC Internasional, akun tersebut kini rajin mengunggah berbagai konten yang berkaitan dengan ketegangan geopolitik. Fokus utamanya mencakup narasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) serta Israel yang terus memanas belakangan ini. Meskipun berada di bawah pengawasan ketat, hingga saat ini akun tersebut terpantau masih beroperasi secara normal tanpa kendala teknis.
Kehadiran Akun X Mojtaba Khamenei di platform milik Elon Musk ini menjadi sangat kontroversial karena status pemiliknya. Mojtaba Khamenei sendiri telah masuk dalam daftar sanksi Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS sejak tahun 2019. Secara hukum, sanksi ini melarang warga negara maupun entitas bisnis asal Amerika Serikat untuk melakukan transaksi finansial atau berurusan dengan individu yang masuk dalam daftar hitam tersebut.
Baca Juga :
Kontroversi Status Premium Akun X Mojtaba Khamenei
Munculnya tanda centang biru pada akun tersebut mengindikasikan adanya penggunaan layanan premium yang bersifat berbayar. Sebelumnya, manajemen X telah menghapus tanda verifikasi dari akun-akun resmi berbahasa Persia milik pejabat Iran. Namun, kebijakan baru di bawah kepemimpinan Elon Musk memungkinkan siapa saja mendapatkan verifikasi asalkan bersedia berlangganan layanan X Premium.
Kebijakan internal platform sebenarnya melarang pembelian fitur X Premium bagi individu yang terkena sanksi ekonomi maupun hukum perdagangan internasional. Namun, fakta bahwa Akun X Mojtaba Khamenei mendapatkan verifikasi tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai sistem penyaringan pelanggan mereka. Publik kini menyoroti apakah ada celah dalam proses verifikasi identitas yang dilakukan oleh tim moderasi platform X.
Layanan premium ini memberikan berbagai keuntungan eksklusif bagi penggunanya, seperti kemampuan mengunggah video berdurasi panjang dan tulisan dengan karakter yang lebih banyak. Selain itu, pelanggan premium juga berhak mendapatkan bagi hasil dari pendapatan iklan yang tayang di profil mereka. Hal inilah yang menjadi poin krusial dalam dugaan pelanggaran sanksi ekonomi karena adanya aliran dana yang melibatkan entitas terlarang.
Baca Juga :
Temuan Tech Transparency Project (TTP)
Laporan terbaru dari Tech Transparency Project (TTP) mengungkapkan temuan yang mengejutkan terkait aktivitas pejabat Iran di media sosial. TTP mencatat bahwa sejumlah akun yang dikelola oleh lembaga pemerintah dan media milik negara Iran ternyata memiliki status langganan premium. Hal ini merujuk pada transaksi finansial yang secara langsung masuk ke kantong perusahaan media sosial milik Elon Musk tersebut.