Technonesia - Pendaftaran chip otak Neuralink telah resmi dibuka melalui program "Patient Registry" bagi individu yang tertarik menjadi subjek uji coba teknologi mutakhir ini. Langkah besar ini menandai fase baru dalam pengembangan antarmuka otak-komputer (BCI) yang digagas oleh perusahaan milik Elon Musk tersebut. Melalui situs resmi yang beroperasi sejak awal tahun, publik kini memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima implan.
Hingga saat ini, Neuralink tercatat sudah menanamkan chip pada 12 pasien dalam serangkaian uji klinis yang ketat. Teknologi ini memungkinkan para pasien untuk mengendalikan perangkat komputer sepenuhnya hanya dengan kekuatan pikiran. Ambisi perusahaan tidak berhenti di situ, karena sebanyak 13 pasien tambahan dijadwalkan akan menjalani prosedur implan serupa sebelum penutupan tahun 2025.
Syarat Utama dan Target Pendaftaran Chip Otak Neuralink
Meskipun antusiasme publik sangat tinggi, saat ini pendaftaran chip otak Neuralink masih diprioritaskan bagi kelompok tertentu. Fokus utama uji coba klinis ini adalah individu yang mengalami kelumpuhan total atau quadriplegia akibat cedera tulang belakang leher atau penyakit saraf motorik seperti Amyotrophic Lateral Sclerosis
Prosedur penanaman chip ini melibatkan robot bedah canggih bernama R1. Robot tersebut bertugas memasukkan benang elektroda yang sangat fleksibel dan lebih tipis dari rambut manusia ke bagian otak yang mengontrol niat bergerak. Dengan akurasi tinggi, robot ini memastikan chip N1 tertanam tanpa merusak pembuluh darah di sekitarnya.
Elon Musk menjelaskan bahwa di masa depan, jangkauan pendaftaran chip otak Neuralink akan meluas hingga ke orang-orang tanpa disabilitas. Visi jangka panjangnya adalah menciptakan simbiosis sempurna antara kecerdasan manusia dengan kecerdasan buatan (AI). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas kognitif manusia secara signifikan di era digital.
Fungsi Revolusioner dan Potensi Masa Depan
Teknologi yang diusung Neuralink menjanjikan berbagai kemampuan yang sebelumnya hanya ada dalam film fiksi ilmiah. Musk mengklaim bahwa chip ini nantinya mampu mengembalikan penglihatan bagi mereka yang tunanetra sejak lahir. Selain itu, teknologi ini berpotensi memungkinkan komunikasi melalui telepati antarmanusia tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun.
Salah satu fitur yang paling mencengangkan adalah kemampuan untuk memutar musik secara langsung ke otak tanpa melalui telinga. "Teknologi ini bahkan bisa mencapai titik di mana Anda dapat mengunggah memori dan menyimpan versi diri Anda sendiri," ujar Musk dalam sebuah pernyataan publik. Ia menambahkan bahwa data memori tersebut nantinya bisa diunduh ke tubuh robot atau kloning manusia.
Keberhasilan pendaftaran chip otak Neuralink pada pasien pertama, Noland Arbaugh, menjadi bukti nyata efektivitas teknologi ini. Arbaugh, yang mengalami kelumpuhan dari bahu ke bawah, kini mampu bermain game online seperti Mario Kart dan menjelajahi internet secara mandiri menggunakan chip N1 yang terhubung via Bluetooth.