Alih-alih menjadi penyelam, struktur rahangnya yang panjang justru lebih menyerupai moncong buaya modern. Bentuk moncong ini sangat efisien untuk menjebak mangsa di permukaan air atau di perairan dangkal. Dengan gigi-gigi yang tajam dan kemampuan menutup rahang dengan sangat cepat, predator ini kemungkinan besar mengandalkan strategi penyergapan di tepian sungai daripada mengejar mangsa di dasar air.
Eksplorasi di wilayah yang jarang terjamah manusia memang selalu menjanjikan kejutan besar bagi dunia sains. Sereno menekankan bahwa untuk menemukan sesuatu yang benar-benar baru, para peneliti harus berani keluar dari jalur yang sudah umum dilewati. Keberhasilan mengungkap fosil Spinosaurus S. mirabilis menjadi bukti nyata bahwa masih banyak rahasia prasejarah yang terkubur di bawah pasir Sahara, menunggu untuk ditemukan oleh generasi peneliti berikutnya.