Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Fosil Spinosaurus S. mirabilis Ditemukan di Sahara, Mirip Unicorn!
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Fosil Spinosaurus S. mirabilis Ditemukan di Sahara, Mirip Unicorn!

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 26 Maret 2026 - 02:45 WIB
Fosil Spinosaurus S. mirabilis Ditemukan di Sahara, Mirip Unicorn!

Fosil Spinosaurus S. mirabilis

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Fosil Spinosaurus S. mirabilis baru saja terungkap ke publik setelah tim peneliti internasional melakukan penggalian intensif di jantung Gurun Sahara. Penemuan luar biasa ini dipimpin oleh Paul C. Sereno, seorang paleontolog ternama dari Universitas Chicago yang telah mendedikasikan bertahun-tahun waktunya untuk memetakan sejarah purba di Afrika Utara. Spesies baru ini menarik perhatian dunia karena memiliki fitur fisik yang sangat tidak lazim bagi kelompok dinosaurus predator pada umumnya.

Tim peneliti menemukan sisa-sisa purba ini di sebuah wilayah daratan terpencil yang mereka sebut sebagai Jenguebi. Berbeda dengan penggambaran dalam film Jurassic World Rebirth yang sering menempatkan predator besar di dekat lautan luas, fosil Spinosaurus S. mirabilis justru berada di area yang dulunya merupakan sistem sungai pedalaman yang kompleks. Penemuan ini memberikan perspektif baru mengenai sebaran geografis keluarga Spinosauridae di benua Afrika.

Keunikan Jambul Unicorn pada Fosil Spinosaurus S. mirabilis

Satu hal yang paling mencolok dari temuan ini adalah struktur di atas kepala sang predator. Paul Sereno menjelaskan bahwa fosil Spinosaurus S. mirabilis memiliki jambul yang melengkung ke arah atas dan belakang, tepat di atas rongga matanya. Struktur ini sangat padat, berbeda jauh dengan tulang berongga atau berpori yang biasa ilmuwan temukan pada burung-burung modern saat ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Analisis mendalam terhadap tulang jambul tersebut menunjukkan adanya guratan memanjang yang halus serta alur-alur dalam. Para ahli meyakini bahwa saat hewan ini masih hidup, inti tulang tersebut terbungkus oleh selubung keratin yang keras dan tebal. Jika inti tulangnya saja mencapai 40 sentimeter, maka total panjang jambul beserta lapisan keratinnya bisa melebihi setengah meter. Fitur inilah yang membuat para peneliti menjuluki temuan ini sebagai dinosaurus unicorn dari Sahara.

Habitat Air Tawar di Kawasan Jenguebi

Berdasarkan data geologi, kawasan Jenguebi pada masa Cenomanian di akhir periode Cretaceous merupakan sebuah cekungan pedalaman yang sangat subur. Lokasi ini dipenuhi oleh aliran sungai yang deras, menjadikannya habitat tepi sungai yang ideal bagi berbagai makhluk raksasa. Menariknya, lokasi penemuan fosil Spinosaurus S. mirabilis ini berjarak sekitar 500 hingga 1.000 kilometer dari garis pantai terdekat pada masa itu.

Di sekitar lokasi penggalian, tim juga menemukan tulang-belulang dari dinosaurus herbivora besar berleher panjang, seperti sauropoda titanosaurus dan rebbachisaurid. Kehadiran berbagai spesies di satu titik yang sama menunjukkan bahwa predator dan mangsa ini hidup serta mati di lingkungan air tawar yang serupa. Hal ini memperkuat teori bahwa ekosistem sungai purba di Sahara jauh lebih kompleks daripada yang ilmuwan perkirakan sebelumnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mematahkan Teori Spinosaurus sebagai Penyelam Laut

Penemuan ini sekaligus menantang gagasan lama yang menyebutkan bahwa Spinosaurus adalah pemburu akuatik yang mahir menyelam di laut dalam. Paul Sereno menegaskan bahwa struktur anatomi fosil Spinosaurus S. mirabilis tidak mendukung kemampuan menyelam tersebut. Tubuh spesies ini dianggap terlalu panjang dan tidak proporsional untuk berfungsi sebagai "dayung" yang efektif di dalam air yang dalam.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved