Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Risiko Kecelakaan Kerja Ojek Online Meningkat, Ini Datanya
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Risiko Kecelakaan Kerja Ojek Online Meningkat, Ini Datanya

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 26 Maret 2026 - 00:20 WIB
Risiko Kecelakaan Kerja Ojek Online Meningkat, Ini Datanya

Risiko kecelakaan kerja ojek online

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16
  • Target waktu pengantaran yang terlalu ketat sehingga memicu pengemudi untuk memacu kendaraan di atas batas kecepatan.
  • Sistem poin insentif yang mengharuskan mitra bekerja lebih dari 12 jam sehari untuk mendapatkan penghasilan layak.
  • Kondisi kendaraan yang kurang terawat akibat minimnya alokasi biaya perawatan dari penghasilan harian.
  • Kurangnya pelatihan mitigasi risiko berkendara (defensive driving) bagi mitra baru.

Yeo menegaskan bahwa perusahaan aplikasi memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan bahwa setiap mitra dapat pulang ke rumah dengan selamat. Mengingat risiko kecelakaan kerja ojek online yang begitu besar, perusahaan harus mulai memprioritaskan fitur keselamatan di dalam aplikasi dibandingkan sekadar fitur promosi atau kecepatan layanan.

Perbandingan dengan Sektor Konstruksi

Menariknya, data pemerintah juga menunjukkan pergeseran tren risiko di sektor lain. Sektor konstruksi, yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai industri paling berbahaya, justru mencatatkan penurunan jumlah kematian kerja. Hal ini terjadi karena adanya standar prosedur operasional (SOP) yang ketat dan pengawasan langsung di lokasi proyek. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor transportasi online yang pengawasannya sangat sulit dilakukan secara fisik karena cakupan wilayahnya yang luas.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Tanpa adanya regulasi yang kuat seperti Undang-Undang Pekerja Platform, para mitra akan terus terjebak dalam lingkaran bahaya. Melihat fakta risiko kecelakaan kerja ojek online tersebut, banyak pihak mendorong agar jaminan asuransi kecelakaan kerja menjadi kewajiban mutlak yang ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan aplikasi, bukan dibebankan kepada mitra melalui potong saldo harian.

Selain itu, edukasi mengenai pentingnya istirahat yang cukup juga perlu terus digalakkan. Kelelahan atau fatigue menjadi salah satu faktor utama penyebab hilangnya konsentrasi di jalan raya. Perusahaan aplikasi diharapkan dapat mengimplementasikan fitur "pembatas jam kerja" otomatis untuk mencegah pengemudi bekerja melampaui batas kemampuan fisik mereka demi mengurangi risiko kecelakaan kerja ojek online di lapangan.

Sebagai penutup, perlindungan terhadap pekerja di era ekonomi digital (gig economy) harus menjadi prioritas utama pemerintah di berbagai negara. Data dari Singapura ini merupakan alarm bagi negara-negara lain untuk segera menyusun regulasi serupa demi melindungi warga negaranya yang menggantungkan hidup sebagai ojek online. Keselamatan jalan raya adalah tanggung jawab bersama, dan perusahaan platform harus berada di garis terdepan dalam menekan risiko kecelakaan kerja ojek online di masa depan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved