Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
7 Fakta Proyek Tembok Hijau China: Kontroversi Pohon Xi Jinping
Advertisement
Sponsor SLOT 16

7 Fakta Proyek Tembok Hijau China: Kontroversi Pohon Xi Jinping

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 19 Desember 2025 - 08:27 WIB
7 Fakta Proyek Tembok Hijau China: Kontroversi Pohon Xi Jinping

7 Fakta Proyek Tembok Hijau China: Kontroversi Pohon Xi Jinping

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Mengapa Proyek Tembok Hijau China menuai protes ilmuwan? Simak skala Tembok Hijau Raksasa (Great Green Wall) yang menanam 66 miliar pohon dan Kontroversi Pohon Xi Jinping.

China saat ini sedang mengerjakan salah satu program rekayasa ekologi terbesar dalam sejarah manusia. Dikenal dengan sebutan "Great Green Wall" atau Tembok Hijau Raksasa, proyek ini bertujuan untuk menahan laju ekspansi Gurun Gobi dan Taklamakan yang mengancam wilayah utara China.

Secara resmi, proyek ambisius ini bernama Three-North Shelter Forest Program. Dimulai sejak tahun 1978, inisiatif ini telah berhasil menanam lebih dari 66 miliar pohon di sepanjang perbatasan China dengan Mongolia, Kazakhstan, dan Kirgizstan. Pemerintah China bahkan berencana menambah 34 miliar pohon lagi dalam 25 tahun ke depan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Namun, di balik angka fantastis yang mencerminkan komitmen China terhadap lingkungan, muncul suara keras dari komunitas ilmiah global. Para ilmuwan berpendapat bahwa metode yang digunakan dalam Proyek Tembok Hijau China ini berpotensi menyebabkan bencana ekologi, bukan solusi.

Memahami Skala Proyek Tembok Hijau China (Great Green Wall)

Proyek Tembok Hijau China bukan sekadar penanaman pohon biasa. Ini adalah usaha masif yang dirancang untuk menciptakan sabuk hijau sepanjang 4.500 kilometer (sekitar 2.800 mil), menjadikannya struktur buatan manusia terbesar dan terpanjang yang bertujuan memerangi desertifikasi (penggurunan).

Tujuan utama dari Tembok Hijau Raksasa adalah menciptakan perisai vegetasi yang mampu mengurangi badai pasir yang menyapu Beijing dan wilayah padat penduduk lainnya, sekaligus menghentikan erosi tanah pertanian.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dengan total target 100 miliar pohon, proyek ini diharapkan selesai pada tahun 2050. Jika berhasil, luasan tutupan hutan China akan meningkat secara drastis, memberikan ilusi keberhasilan mitigasi krisis iklim.

Kontroversi Pohon Xi Jinping: Kritik Para Ilmuwan

Meskipun niat China untuk memerangi desertifikasi sangat dipuji, implementasi teknis program ini menimbulkan kritik tajam. Inti dari Kontroversi Pohon Xi Jinping adalah penggunaan metode monokultur yang dianggap tidak berkelanjutan di lingkungan yang keras dan kering.

Monokultur berarti menanam satu jenis pohon secara berulang-ulang di area yang luas. Dalam kasus Tembok Hijau, jenis pohon yang paling banyak digunakan adalah spesies pertumbuhan cepat seperti poplar dan willow.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Berikut adalah poin-poin utama protes dari para ahli ekologi:

  • Kebutuhan Air yang Tinggi: Pohon-pohon monokultur yang cepat tumbuh seperti poplar memerlukan air dalam jumlah besar. Menanam miliaran pohon haus air di wilayah yang sudah sangat kering (semi-arid) dapat menguras sumber daya air tanah secara ekstrem, memperburuk kekeringan lokal.
  • Ancaman Monokultur: Jika satu penyakit menyerang, seluruh hutan monokultur dapat musnah dalam waktu singkat, seperti yang terjadi pada program penanaman pohon poplar di wilayah Ningxia pada 2000-an. Hal ini membalikkan seluruh upaya penanaman yang telah dilakukan.
  • Kurangnya Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas): Hutan buatan yang homogen ini tidak mendukung ekosistem yang kompleks. Pohon yang ditanam tidak sesuai dengan flora asli wilayah tersebut, yang seharusnya berupa semak-semak atau rumput, bukan hutan tinggi.
  • "Green Desert": Beberapa ilmuwan menyebut hasil proyek ini sebagai "Gurun Hijau" (Green Desert). Area memang terlihat hijau dari luar, tetapi secara ekologis mati karena minimnya keanekaragaman dan ketidakmampuan untuk menopang kehidupan liar lokal.

Memilih Pohon yang Tepat di Wilayah Kering

Masalah utama yang dihadapi China adalah bahwa Gurun Gobi memiliki curah hujan tahunan yang sangat rendah. Dalam kondisi seperti ini, pohon asli yang mampu bertahan adalah yang berakar dalam dan memiliki daun kecil (xerofitik), bukan pohon berdaun lebar yang rentan terhadap transpirasi air cepat.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved