Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
3 Alasan Ilmiah Protes Proyek Tembok Hijau China
Advertisement
Sponsor SLOT 16

3 Alasan Ilmiah Protes Proyek Tembok Hijau China

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 18 Desember 2025 - 17:27 WIB
3 Alasan Ilmiah Protes Proyek Tembok Hijau China

3 Alasan Ilmiah Protes Proyek Tembok Hijau China

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Xi Jinping membangun Proyek Tembok Hijau China, menanam 66 Miliar Pohon China. Tapi, ilmuwan protes! Simak 3 masalah ekologis terbesar program ambisius ini.

China dikenal dengan proyek-proyek infrastruktur berskala raksasa, dan upaya mereka melawan perubahan iklim serta desertifikasi juga tak kalah ambisius. Sejak tahun 1978, Tiongkok telah meluncurkan program rekayasa ekologi terbesar di dunia, dikenal sebagai "Great Green Wall" atau Tembok Hijau Raksasa.

Program ini dirancang untuk menciptakan sabuk hutan tiruan sepanjang ribuan kilometer, membentang melintasi wilayah utara negara tersebut. Tujuannya tunggal: menahan ekspansi masif dari Gurun Gobi dan Taklamakan yang mengancam wilayah pertanian dan pemukiman.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Namun, di balik angka penanaman pohon yang fantastis—mencapai puluhan miliar—terdapat suara-suara lantang dari komunitas ilmiah. Para ilmuwan berpendapat bahwa ambisi besar ini berisiko menyebabkan bencana ekologis yang lebih parah di masa depan. Mengapa proyek yang niatnya baik ini justru memicu kontroversi?

Skala Proyek dan Target 66 Miliar Pohon China

Secara resmi dikenal sebagai Three-North Shelter Forest Program, Proyek Tembok Hijau China adalah respons langsung terhadap fenomena "pasir kuning" yang secara rutin melumpuhkan kota-kota besar, termasuk Beijing. Fenomena ini terjadi akibat Gurun Gobi meluas dengan kecepatan sekitar 3.600 kilometer persegi per tahun.

Sejak diluncurkan empat dekade lalu, pencapaian penanaman pohon oleh China sudah mencapai angka yang sulit dibayangkan. Hingga saat ini, China telah menanam lebih dari 66 miliar pohon di sepanjang perbatasan yang berhadapan dengan Mongolia, Kazakhstan, dan Kirgizstan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Komitmen pemerintah China terhadap proyek ini tidak surut. Mereka berencana menanam tambahan 34 miliar pohon lagi dalam 25 tahun ke depan. Jika target ini tercapai, China akan memiliki sabuk hijau terbesar di dunia, menutupi area yang hampir setara dengan gabungan ukuran Spanyol dan Prancis.

Angka 66 Miliar Pohon China jelas menunjukkan keseriusan dalam mitigasi lingkungan. Namun, keberhasilan sebuah program lingkungan tidak diukur hanya dari jumlah pohon yang ditanam, melainkan dari keberlanjutan ekosistem yang tercipta.

Proyek Tembok Hijau China: Melawan Ekspansi Gurun Gobi

Ancaman desertifikasi (perluasan gurun) di Tiongkok utara sangat nyata dan berdampak langsung pada perekonomian. Gurun pasir membawa badai debu yang merusak lahan pertanian, mengurangi kualitas udara, dan memaksa migrasi penduduk.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Filosofi di balik Proyek Tembok Hijau China adalah sederhana: pohon bertindak sebagai penghalang alami. Akar pohon mengikat tanah, mengurangi erosi, dan membantu menahan pergerakan bukit pasir. Secara teori, ini adalah solusi yang efektif dan intuitif.

Pemerintah China mengklaim bahwa proyek ini telah berhasil mengurangi area gurun yang meluas, memberikan perlindungan bagi lahan kritis, dan meningkatkan tutupan hutan secara signifikan di wilayah utara. Namun, data ini yang kemudian dipertanyakan oleh para ahli independen di seluruh dunia.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved