- Ciri-ciri fisik yang digambarkan, yaitu warna sangat gelap, permukaan yang halus, dan adanya serpihan-serpihan kecil yang seolah menyatu.
- Narasi "turun dari langit" dalam tradisi Islam yang secara ilmiah dapat diterjemahkan sebagai meteorit.
- Fakta bahwa banyak meteorit mengandung nikel, besi, atau bahkan tektit (kaca alami yang terbentuk akibat dampak meteorit), yang mungkin cocok dengan deskripsi fisik batu tersebut.
Strong>Para pendukung teori ini percaya bahwa batu tersebut mungkin adalah chondrite, jenis meteorit berbatu yang sangat umum, atau bahkan pallasite, yang mengandung kristal olivin yang tersebar dalam matriks besi-nikel.
2. Jejak Komponen Berkilau di Permukaan
Pengamatan lebih detail yang dilakukan secara non-invasif menunjukkan adanya material berkilau atau mengkilap di beberapa bagian Hajar Aswad. Dalam geologi, kilauan seperti ini sering dikaitkan dengan kandungan logam, khususnya nikel atau besi yang biasa ditemukan dalam meteorit besi.
Baca Juga :
Selain itu, batu tersebut ditahan oleh bingkai perak yang berfungsi untuk menyatukan fragmen-fragmennya. Fragmen ini diduga berasal dari kerusakan yang dialami Hajar Aswad selama serangan Qaramitah pada abad ke-10. Analisis terhadap serpihan-serpihan yang hilang atau pernah diteliti menunjukkan adanya indikasi material yang tidak biasa untuk batuan Bumi.
3. Fenomena Dampak Meteorit di Jazirah Arab
Fakta geologis mendukung adanya peristiwa meteorit besar di wilayah Jazirah Arab. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah kawah Wabar (atau Al Hadida) di Gurun Rub' al Khali, Arab Saudi. Penelitian kawah Wabar membuktikan adanya batuan kaca unik yang terbentuk karena dampak meteorit dengan kecepatan tinggi.
Meskipun Hajar Aswad tidak secara langsung berasal dari kawah Wabar, keberadaan kawah tersebut menunjukkan bahwa wilayah tersebut rawan terhadap tubrukan benda luar angkasa. Hipotesis ini memperkuat kemungkinan Asal usul Batu Hajar Aswad sebagai meteorit yang jatuh jauh sebelum periode sejarah modern.
Baca Juga :
4. Analisis Tekanan dan Suhu Tinggi
Beberapa ilmuwan, terutama geolog yang condong pada teori batuan Bumi, menyarankan bahwa Hajar Aswad mungkin adalah batuan bumi yang mengalami metamorfosis ekstrem di bawah tekanan dan suhu tinggi. Namun, jika dilihat dari permukaan, batu tersebut tidak menunjukkan ciri-ciri khas batuan vulkanik atau sedimen lokal.
Sebaliknya, jika Hajar Aswad benar-benar meteorit, ia pasti telah melalui suhu ekstrem saat memasuki atmosfer dan benturan yang menghasilkan fraktur internal. Keretakan dan penyatuan kembali fragmen Hajar Aswad—yang membutuhkan bingkai perak untuk menyatukannya—dapat menjadi bukti kuat bahwa ia mengalami peristiwa traumatis di luar proses pembentukan batuan normal di Bumi.
5. Mengapa "Batu Hitam" Menghitam?
Secara ilmiah, batuan yang menghitam bisa disebabkan oleh oksidasi atau kandungan zat besi yang tinggi. Jika Hajar Aswad adalah meteorit berbatu (chondrite) dengan kandungan karbon tinggi, paparan elemen dan waktu yang sangat lama di lingkungan Mekkah yang panas dan berdebu dapat menyebabkan penggelapan intensif.