Selain alat tulis, tim juga memasang instalasi panel surya di salah satu sekolah yang belum teraliri listrik secara memadai. Langkah ini diambil setelah tim berdialog langsung dengan pihak sekolah mengenai kendala proses belajar saat cuaca gelap atau kebutuhan penggunaan perangkat elektronik. Panel surya ini menjadi solusi energi mandiri yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas literasi digital bagi anak-anak di pelosok Sumba.
Dampak Sosial dan Program Makan Bergizi Gratis
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran agenda ini. Meskipun medan Sumba yang berdebu dan terik memberikan tantangan fisik, semangat para peserta tidak surut. Hendra menyebutkan bahwa kebutuhan akan panel surya dan air bersih muncul secara spontan setelah tim melihat realita di lapangan yang jauh lebih memprihatinkan dari perkiraan awal.
Baca Juga :
"Kedatangan kami mendapat sambutan hangat dari siswa-siswi di tiga sekolah. Kami telah menyalurkan bantuan instalasi air bersih, perlengkapan pendidikan, hingga kebutuhan pokok. Bahkan, di salah satu sekolah, kami menghadirkan instalasi panel surya untuk menunjang proses belajar karena belum ada akses listrik. Kebutuhan ini muncul mendadak setelah kami melihat kondisi lapangan," ujar Hendra Saputra.
Menariknya, aksi sosial ini mendapat perhatian luas di media sosial. Dokumentasi perjalanan yang diunggah peserta memicu respons positif dari publik. Dampak nyatanya, tim SPPG Matawai di Waingapu mulai menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SD Negeri Ndata hanya dalam waktu tujuh hari setelah kondisi sekolah tersebut viral. Dukungan dari para pengikut di media sosial terbukti mampu mempercepat datangnya bantuan dari pihak lain.
Semangat belajar anak-anak Sumba memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta touring. Walaupun fasilitas yang diberikan mungkin belum menutupi seluruh kebutuhan, komunitas berharap dukungan ini menjadi pemantik semangat bagi siswa untuk terus bermimpi besar. Melalui Homecoming Sumba 2026 GSrek, komunitas otomotif ini membuktikan bahwa petualangan sejati adalah saat roda motor membawa manfaat bagi sesama.
Baca Juga :
Dengan berakhirnya kegiatan ini, GSrek Indonesia Jakarta Chapter berharap pola kolaborasi antara komunitas dan masyarakat lokal dapat terus berlanjut. Mereka berkomitmen untuk terus memantau perkembangan fasilitas yang telah dibangun. Keberhasilan program Homecoming Sumba 2026 GSrek diharapkan dapat menginspirasi komunitas otomotif lainnya di Indonesia untuk melakukan aksi serupa di wilayah terpencil lainnya.