Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Industri Kendaraan Listrik Nasional Diperkuat Melalui Early Adopter
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Industri Kendaraan Listrik Nasional Diperkuat Melalui Early Adopter

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 23 April 2026 - 22:55 WIB
Industri Kendaraan Listrik Nasional Diperkuat Melalui Early Adopter

Industri kendaraan listrik nasional

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Industri kendaraan listrik nasional kini memasuki babak baru melalui penguatan strategi yang berfokus pada peran early adopter atau pengguna awal. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai bahwa langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas permintaan pasar sekaligus memacu pertumbuhan sektor otomotif dari hulu hingga ke hilir. Dengan mendorong adopsi lebih awal, pemerintah optimistis ekosistem transportasi berkelanjutan di tanah air akan terbentuk lebih cepat dan efisien.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem ini sangat serius. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator yang mendorong sisi produksi, tetapi juga terjun langsung sebagai penggerak pasar. Kehadiran instansi pemerintah sebagai pengguna awal kendaraan listrik menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri bahwa pasar domestik memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

“Kami ingin memberikan kepastian kepada investor dan produsen bahwa industri kendaraan listrik nasional memiliki dukungan penuh dari sisi permintaan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil posisi sebagai early adopter dengan menggunakan kendaraan listrik produksi dalam negeri untuk operasional kedinasan,” ungkap Agus Gumiwang dalam keterangan resminya baru-baru ini.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Pertumbuhan Eksponensial dan Dominasi Pasar BEV

Berdasarkan data terbaru dari Kemenperin, sektor kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia mencatatkan performa yang luar biasa. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, industri ini berhasil membukukan rata-rata pertumbuhan tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang menembus angka 140 persen. Angka ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik dari sisi produsen maupun konsumen terhadap teknologi ramah lingkungan.

Pada tahun 2025, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia diprediksi mencapai angka 21,71 persen dari total penjualan otomotif nasional. Secara lebih rinci, komposisi ini didominasi oleh Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen. Sementara itu, Hybrid Electric Vehicle (HEV) menyumbang 8,13 persen, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) berada di angka 0,65 persen.

Capaian ini membuktikan bahwa industri kendaraan listrik nasional mulai bergeser dari sekadar tren menjadi kebutuhan mobilitas masyarakat. Kontribusi produksi kendaraan listrik terhadap total produksi otomotif nasional juga terus merangkak naik, mencapai 11,1 persen pada 2025. Pemerintah memproyeksikan angka ini akan melonjak tajam pada 2026, seiring dengan masuknya sejumlah pabrikan baru yang memanfaatkan program insentif impor dalam kondisi completely built-up (CBU) dengan komitmen investasi lokal.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Integrasi Rantai Pasok dari Hulu ke Hilir

Salah satu keunggulan kompetitif Indonesia dalam persaingan global adalah integrasi rantai pasok yang semakin solid. Indonesia tidak lagi hanya sekadar menjadi tempat perakitan, tetapi telah memiliki ekosistem baterai yang lengkap. Mulai dari proses pemurnian (refinery) mineral mentah, produksi sel baterai, hingga tahap daur ulang (recycling) untuk mendukung ekonomi sirkular.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved