Technonesia - Harga BBM nonsubsidi terbaru kini menjadi sorotan publik menyusul pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengenai potensi penyesuaian harga di masa mendatang. Pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa fluktuasi pasar energi global akan menjadi faktor penentu utama apakah harga bahan bakar di SPBU akan mengalami kenaikan atau penurunan pada periode berikutnya.
Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme penetapan harga untuk jenis bahan bakar nonsubsidi bersifat fleksibel dan mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia. Jika tren harga minyak internasional terus merangkak naik, maka penyesuaian harga di tingkat retail menjadi hal yang sulit dihindari guna menjaga keseimbangan ekonomi sektor energi.
βUntuk tahap berikutnya, kita akan melihat bagaimana penyesuaiannya di pasar global. Jika harga minyak dunia turun, tentu harga di dalam negeri tidak akan naik. Namun, jika kondisinya terus bertahan di level tinggi seperti saat ini, kemungkinan besar akan ada penyesuaian harga,β ujar Bahlil saat memberikan keterangan resmi kepada media baru-baru ini.
Daftar Harga BBM Nonsubsidi Terbaru di SPBU Pertamina
Pemerintah melalui Pertamina Patra Niaga sebenarnya telah memberlakukan penyesuaian harga tahap pertama yang mulai efektif pada pertengahan April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar yang sangat volatil dalam beberapa bulan terakhir. Masyarakat perlu mencermati rincian harga BBM nonsubsidi terbaru agar dapat mengelola pengeluaran transportasi dengan lebih bijak.
Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax Turbo kini berada di angka Rp19.400 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya yang hanya Rp13.100 per liter. Sementara itu, untuk varian diesel nonsubsidi, Dexlite mengalami kenaikan dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter. Produk unggulan lainnya, Pertamina Dex, kini dibanderol seharga Rp23.900 per liter dari posisi sebelumnya Rp14.500 per liter.
Meskipun terjadi lonjakan pada beberapa jenis BBM high-end, pemerintah masih mempertahankan harga untuk jenis Pertamax (RON 92) di angka Rp12.300 per liter. Begitu juga dengan Pertamax Green yang tetap stabil pada harga Rp12.900 per liter. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah yang mendominasi penggunaan bahan bakar jenis tersebut terkait penetapan harga BBM nonsubsidi terbaru tersebut.
Nasib BBM Subsidi: Pertalite dan Biosolar Aman?
Berbeda dengan kelompok nonsubsidi, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah memberikan jaminan penuh terhadap harga BBM bersubsidi. Hal ini dikarenakan BBM subsidi merupakan instrumen penting yang langsung bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak dan stabilitas inflasi nasional. Pemerintah berkomitmen tidak akan menaikkan harga Pertalite dan Biosolar hingga akhir tahun 2026.
βPemerintah menjamin harga BBM subsidi tidak akan berubah selama rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih berada di bawah angka 100 dolar AS per barel,β tegas Bahlil. Saat ini, harga Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.