Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Pengisian Daya Mobil Listrik di Sri Lanka Dibatasi Malam Hari
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Pengisian Daya Mobil Listrik di Sri Lanka Dibatasi Malam Hari

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 27 Maret 2026 - 11:53 WIB
Pengisian Daya Mobil Listrik di Sri Lanka Dibatasi Malam Hari

Pengisian daya mobil listrik

Sumber Foto :www.medcom.id
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Pengisian daya mobil listrik pada malam hari kini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Sri Lanka di tengah krisis energi yang melanda negara tersebut. Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, secara resmi mengimbau para pemilik kendaraan listrik (EV) untuk mengalihkan waktu pengisian baterai mereka ke siang hari. Langkah ini diambil untuk mencegah kegagalan sistem pada jaringan listrik nasional yang terus mengalami tekanan berat.

Pemerintah melihat adanya pola yang mengkhawatirkan di mana para pemilik kendaraan mengisi daya sesampainya mereka di rumah setelah jam kerja. Fenomena ini menciptakan lonjakan beban puncak yang sangat signifikan. Menurut data pemerintah, kebiasaan pengisian daya mobil listrik pada malam hari telah menambah beban permintaan hingga 300 megawatt, sebuah angka yang cukup untuk mengguncang stabilitas distribusi listrik negara tersebut.

Beban Jaringan Akibat Pengisian Daya Mobil Listrik

Presiden Dissanayake menjelaskan bahwa lonjakan permintaan listrik pada malam hari memaksa pemerintah untuk mengaktifkan seluruh pembangkit listrik cadangan. "Pemilik mobil listrik mengisi daya kendaraan mereka saat pulang kerja. Hal ini memberikan beban tambahan pada jaringan listrik, dan kami terpaksa mengoperasikan seluruh pembangkit untuk memenuhi lonjakan ini," ungkapnya sebagaimana dilaporkan oleh media internasional.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Lonjakan beban akibat pengisian daya mobil listrik ini menjadi masalah besar karena profil energi Sri Lanka yang belum seimbang. Saat malam hari, ketika konsumsi mencapai titik tertinggi, negara tersebut tidak lagi mendapatkan pasokan dari energi surya. Alhasil, jaringan listrik harus bergantung sepenuhnya pada sumber energi konvensional yang mahal dan terbatas ketersediaannya.

Kondisi ini menciptakan paradoks bagi kampanye kendaraan ramah lingkungan di negara tersebut. Alih-alih mengurangi emisi, penggunaan EV justru memicu pembakaran lebih banyak bahan bakar fosil pada malam hari. Pemerintah harus memutar otak agar transisi menuju transportasi hijau tidak justru merusak ketahanan energi nasional yang sudah rapuh.

Ketergantungan pada Batu Bara dan Diesel

Saat ini, pasokan listrik malam hari di Sri Lanka masih sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan kapasitas 900 megawatt. Selain itu, pemerintah juga harus menyiagakan pembangkit listrik tenaga diesel dengan kapasitas tambahan sekitar 1.000 megawatt untuk menutupi kekurangan saat beban puncak terjadi.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Penggunaan diesel dan batu bara secara masif untuk mendukung pengisian daya mobil listrik dinilai bertentangan dengan semangat keberlanjutan. Biaya operasional pembangkit berbahan bakar fosil ini sangat tinggi, terutama karena Sri Lanka harus mengimpor seluruh kebutuhan bahan bakarnya menggunakan cadangan devisa yang terbatas. Hal ini memperburuk kondisi ekonomi negara yang sedang berusaha bangkit dari kebangkrutan.

Masalah utama yang dihadapi Sri Lanka adalah ketiadaan sistem penyimpanan energi skala besar atau Battery Energy Storage System (BESS). Tanpa teknologi ini, kelebihan listrik yang dihasilkan oleh panel surya pada siang hari terbuang percuma karena tidak bisa disimpan untuk digunakan pada malam hari. Oleh karena itu, pemerintah mendorong warga untuk memanfaatkan energi matahari secara langsung melalui pengisian daya di siang hari.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved