Technonesia - Produksi iPhone di Amerika Serikat kini memasuki babak baru setelah Apple secara resmi memperluas jaringan manufakturnya dengan menggandeng empat mitra strategis tambahan. Langkah ini menjadi bagian dari ambisi besar raksasa teknologi asal Cupertino tersebut untuk memperkuat kemandirian industri di pasar domestik. Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi tarif dagang, Apple berupaya memitigasi risiko gangguan rantai pasok dengan memindahkan sebagian pembuatan komponen vital ke tanah Amerika.
Melalui perluasan Apple Manufacturing Program (AMP), perusahaan pimpinan Tim Cook ini menunjuk Bosch, Cirrus Logic, TDK, dan Qnity Electronics sebagai pemasok baru yang berbasis di AS. Apple tidak main-main dalam mendukung inisiatif ini dengan mengalokasikan dana segar sebesar USD 400 juta atau setara Rp 6,3 triliun hingga tahun 2030 mendatang. Investasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa komponen-komponen tercanggih yang menggerakkan ekosistem Apple dapat diproduksi secara lokal.
Transformasi Rantai Pasok dan Produksi iPhone di Amerika Serikat
Penambahan empat mitra baru ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi Produksi iPhone di Amerika Serikat yang sebelumnya sangat bergantung pada manufaktur di Asia. Masing-masing mitra memiliki tanggung jawab spesifik yang berkaitan langsung dengan fitur unggulan pada perangkat iPhone dan Apple Watch. TDK, misalnya, akan mencatatkan sejarah dengan memproduksi sensor di fasilitas mereka di AS untuk pertama kalinya. Sensor ini memiliki peran krusial dalam sistem stabilisasi kamera iPhone yang menjadi salah satu nilai jual utama perangkat tersebut.
Di sisi lain, Bosch akan berkolaborasi dengan TSMC untuk memproduksi chip khusus yang mendukung fitur keselamatan tingkat tinggi. Chip ini nantinya akan menggerakkan fungsi Crash Detection dan pelacakan aktivitas fisik pada Apple Watch. Keterlibatan Bosch menegaskan bahwa Apple ingin memastikan komponen yang berkaitan dengan nyawa dan kesehatan pengguna diproses dengan standar kontrol kualitas ketat di dalam negeri.
Cirrus Logic juga mengambil peran penting dengan menggandeng GlobalFoundries untuk mengembangkan chip yang digunakan dalam sistem Face ID. Teknologi pengenalan wajah ini membutuhkan presisi semikonduktor yang sangat tinggi. Sementara itu, Qnity Electronics bertugas memasok material dasar untuk produksi semikonduktor, terutama yang berkaitan dengan akselerasi komputasi kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi fokus utama Apple di masa depan.
Dampak Ekonomi dan Investasi Jangka Panjang
Upaya memperluas Produksi iPhone di Amerika Serikat sebenarnya telah dimulai secara bertahap sejak beberapa tahun lalu. Mitra-mitra lama seperti Broadcom, Corning, dan Texas Instruments telah lebih dulu terlibat dalam ekosistem ini sejak 2025. Apple melaporkan bahwa sejak program AMP berjalan, mereka telah menyerap lebih dari 20 miliar chip yang diproduksi di Amerika Serikat melalui 24 pabrik yang tersebar di 12 negara bagian berbeda.