Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Jumat, 17 April 2026 - 14:55 WIB
Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya

Blokir iklan penipuan Google

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Blokir iklan penipuan Google menjadi langkah agresif raksasa teknologi tersebut dalam menjaga ekosistem digital tetap sehat dan aman bagi pengguna di seluruh dunia. Berdasarkan laporan transparansi terbaru, Google secara resmi mengumumkan telah menghapus lebih dari 8,3 miliar iklan sepanjang tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memerangi penyebaran konten berbahaya yang semakin canggih, terutama yang berkaitan dengan skema penipuan terorganisir.

Dari total miliaran iklan tersebut, sebanyak 602 juta unit iklan dan sekitar 4 juta akun pengiklan teridentifikasi terlibat langsung dalam aktivitas penipuan online. Angka ini mencerminkan betapa masifnya upaya para aktor jahat dalam mengeksploitasi platform periklanan digital. Meski jumlah iklan yang dihapus sangat besar, terdapat tren menarik pada angka penangguhan akun pengiklan yang justru menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, terdapat 39,2 juta akun pengiklan yang terkena sanksi penangguhan. Namun, pada tahun 2025, jumlah tersebut menyusut menjadi 24,9 juta akun. Penurunan ini bukan berarti ancaman berkurang, melainkan menandakan adanya perubahan strategi pertahanan yang lebih cerdas dan terarah dari pihak Google dalam menangani pelanggaran kebijakan di platform mereka.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Strategi Baru: Blokir Iklan Penipuan Google Berbasis AI

Keerat Sharma, VP dan General Manager Privasi serta Keamanan Iklan di Google, mengungkapkan bahwa perusahaan kini beralih ke sistem penegakan hukum yang lebih presisi. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi ujung tombak dalam mendeteksi ancaman secara real-time. Melalui teknologi ini, intensitas blokir iklan penipuan Google kini lebih difokuskan pada tingkat kreatif atau materi iklan itu sendiri, bukan sekadar mematikan akun secara membabi buta.

Metode penegakan hukum berbasis AI ini terbukti sangat efektif. Google melaporkan bahwa pendekatan tersebut berhasil mengurangi angka penangguhan akun yang salah sasaran hingga 80% secara tahun-ke-tahun. Hal ini sangat krusial bagi para pelaku bisnis sah yang seringkali terkena dampak negatif dari sistem moderasi otomatis yang terlalu kaku di masa lalu.

Selain AI, Google juga menerapkan sistem pertahanan berlapis yang mencakup proses verifikasi pengiklan yang jauh lebih ketat. Dengan mewajibkan identitas yang jelas sejak awal pembuatan akun, Google berhasil mencegah banyak oknum jahat untuk masuk ke dalam ekosistem mereka. Inilah alasan utama mengapa jumlah akun yang ditangguhkan menurun, karena banyak aktor penipuan yang sudah terfilter sejak tahap pendaftaran.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Perbandingan Ancaman di Amerika Serikat dan India

Jika menilik distribusi geografisnya, Amerika Serikat dan India menjadi dua wilayah dengan aktivitas pembersihan iklan paling tinggi. Di Amerika Serikat, Google menghapus setidaknya 1,7 miliar iklan dan menangguhkan 3,3 juta akun pengiklan. Mayoritas pelanggaran di Negeri Paman Sam berkaitan dengan penyalahgunaan jaringan, penipuan finansial, hingga penyebaran konten bernuansa seksual yang melanggar ketentuan layanan.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved