Insanul Fahmi buka aib rumah tangga masalah intim usai dilaporkan oleh sang istri, Wardatina Mawa. Pernyataan ini muncul sebagai balasan atas gugatan cerai yang dilayangkan Mawa. Ia tidak tinggal diam menghadapi tudingan yang menerpanya di ranah publik. Justru, Fahmi memilih mengungkap akar masalah yang sebenarnya terjadi. Konflik ini mengejutkan publik karena menyentuh ranah yang sangat pribadi dan sensitif. Fahmi memberikan keterangan eksklusif di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Fahmi menjelaskan bahwa keretakan rumah tangganya bukan terjadi secara tiba-tiba. Ia menyebut ada masalah komunikasi yang tidak sehat selama bertahun-tahun. Selain itu, masalah ini ternyata berujung pada aspek paling fundamental dalam pernikahan. Pengakuan Fahmi ini memberikan perspektif baru di tengah proses hukum yang sedang berjalan. Masyarakat kini menanti perkembangan lebih lanjut dari kasus perceraian pasangan tersebut.

Insanul Fahmi Buka Aib Rumah Tangga: Pemicu Utama Keretakan

Fahmi membeberkan alasan yang ia sebut menjadi pemicu utama keretakan hubungannya dengan Mawa. Ia mengaku kerap menghadapi komunikasi yang sangat destruktif. Situasi ini sering terjadi ketika dirinya baru pulang kerja dalam kondisi lelah. Fahmi merasa Mawa selalu menyambutnya dengan nada bicara yang keras.

“Cara ngomongnya keras. Aku pulang kerja capek, malah langsung ‘digas’,” kata Insanul Fahmi. Komunikasi yang buruk ini menciptakan lingkungan rumah tangga yang penuh tekanan. Namun, persoalan komunikasi ternyata hanyalah puncak dari gunung es. Fahmi kemudian menyoroti masalah yang jauh lebih mendalam.

Komunikasi Keras dan Penolakan Hubungan Intim

Fahmi secara blak-blakan menyebut masalah hubungan suami istri sebagai isu krusial. Ia mengaku Mawa sering menolak ajakannya untuk berhubungan intim. Penolakan ini terjadi berulang kali dan menjadi beban emosional yang berat baginya. “Dan yang paling sulitnya itu memang untuk urusan berhubungan (suami istri) juga dia sering nolak,” ungkapnya.

Penolakan ini, menurut Fahmi, bukan hanya memengaruhi hubungan fisik. Bahkan, hal tersebut menciptakan ketegangan emosional yang terus berulang. Terlebih lagi, hubungan intim adalah salah satu pilar penting dalam ikatan pernikahan yang sehat. Oleh karena itu, situasi ini menimbulkan rasa frustrasi yang mendalam bagi Fahmi sebagai suami. Ia menilai penolakan tersebut merusak keharmonisan yang seharusnya mereka jaga.

Tuduhan Posesif: Ketika Pekerjaan Ikut Terganggu

Tak berhenti pada masalah ranjang, Insanul Fahmi juga menyinggung sikap Mawa yang dinilainya terlalu posesif. Sikap posesif ini bahkan merambah ke urusan profesionalnya. Fahmi menceritakan salah satu contoh ekstrem yang pernah ia hadapi. Mawa sempat meminta dirinya memecat seorang karyawan perempuan.

Permintaan ini datang tanpa alasan yang jelas atau logis. Padahal, karyawan yang dimaksud justru memiliki kinerja yang sangat baik. Permintaan tersebut tentu saja menempatkan Fahmi pada posisi yang sangat sulit. Sebagai seorang profesional, ia harus menjaga integritas bisnisnya. Namun, ia juga harus menghadapi tuntutan emosional dari istrinya. Fahmi menilai sikap posesif Mawa ini mengganggu stabilitas karier dan bisnisnya. Akhirnya, akumulasi dari masalah komunikasi, penolakan intim, dan sikap posesif ini menjadi bom waktu dalam rumah tangga mereka.

Mengapa Pengakuan Insanul Fahmi Menjadi Sorotan Publik?

Pengakuan Insanul Fahmi ini menjadi sorotan karena melanggar tabu pembicaraan publik. Masalah hubungan intim dan aib rumah tangga jarang diungkap secara terbuka. Namun, Fahmi merasa perlu memberikan klarifikasi demi menjaga nama baiknya. Ia ingin publik memahami konteks penuh di balik gugatan cerai Mawa. Selain itu, pengakuan ini juga membuka diskusi tentang pentingnya komunikasi dalam pernikahan. Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pasangan. Terutama mengenai dampak fatal dari penolahan dan komunikasi yang keras dalam rumah tangga.