Apple dan Samsung Cenderung Lebih Tangguh
Menariknya, segmen ponsel premium justru memperlihatkan daya tahan yang luar biasa terhadap guncangan pasar. Apple berhasil mencatatkan rekor pendapatan kuartalan yang mengesankan pada awal tahun ini. Tingginya loyalitas konsumen serta minat upgrade ke seri iPhone terbaru menjadi penyelamat utama raksasa teknologi tersebut.
Baca Juga :
Dengan rantai pasok yang lebih eksklusif dan margin keuntungan yang tebal, Apple berada di posisi yang sangat diuntungkan. Mereka diprediksi mampu mempertahankan volume pengiriman yang stabil sepanjang tahun ini sebelum kembali tumbuh positif pada tahun berikutnya. Kekuatan finansial ini membuat mereka lebih kebal terhadap fluktuasi harga bahan baku.
Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, juga diperkirakan hanya akan mengalami koreksi tipis sekitar 4 persen. Portofolio produk mereka yang mencakup semua lini serta kepemilikan pabrik chip mandiri memberikan fleksibilitas lebih dalam mengamankan pasokan komponen internal.
Kejatuhan Merek yang Bergantung pada Segmen Entry-Level
Nasib berbanding terbalik harus dihadapi oleh para produsen yang mengandalkan volume penjualan HP murah. Transsion, induk perusahaan yang menaungi merek Infinix, Tecno, dan Itel, diproyeksikan mengalami penurunan pengiriman yang sangat tajam hingga 32 persen tahun ini. Dominasi mereka di pasar negara berkembang kini terhambat oleh minimnya pasokan chip murah.
Baca Juga :
Merek besar lain seperti Xiaomi dan Honor juga tidak luput dari imbas krisis chip smartphone global. Xiaomi diperkirakan mencatat penurunan pengiriman sebesar 28 persen, sementara Honor harus rela kehilangan sekitar 20 persen volume pengirimannya. Kedua pabrikan ini kini dipaksa memutar otak dan mulai mengalihkan fokus mereka ke perangkat kelas menengah ke atas yang lebih menguntungkan.
Pada akhirnya, peta persaingan industri teknologi global dipastikan akan berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan. Konsumen harus mulai terbiasa dengan harga gadget yang lebih mahal dan pilihan varian ponsel murah yang semakin terbatas. Hanya produsen dengan efisiensi rantai pasok terbaik yang mampu bertahan di tengah badai krisis chip smartphone global yang berkepanjangan ini.