Perbedaan mencolok ini terjadi karena Venus berputar dengan kecepatan yang sangat lambat pada porosnya sendiri. Satu kali rotasi penuh di Venus membutuhkan waktu yang setara dengan 243 hari di Bumi, sedangkan waktu yang dibutuhkan planet tersebut untuk mengelilingi Matahari hanya sekitar 225 hari Bumi. Keunikan matematis ini membuat satu tahun di Venus terasa lebih singkat daripada satu harinya, sebuah anomali astronomis yang sangat kontras dengan kondisi Bumi tempat kita tinggal.
Para astronom modern menduga bahwa arah rotasi Venus yang tidak biasa ini disebabkan oleh tabrakan dahsyat dengan objek luar angkasa berukuran masif di masa awal pembentukan sistem tata surya kita. Benturan ekstrem miliaran tahun lalu tersebut membalikkan arah putaran planet secara total, menjadikannya satu-satunya tempat di lingkungan terdekat kita di mana fajar menyingsing dari ufuk barat.
Selain Venus, para ilmuwan juga sering mempelajari bagaimana rotasi Bumi sebenarnya mengalami perlambatan yang sangat tipis setiap tahunnya. Perlambatan ini disebabkan oleh efek pasang surut air laut yang dipicu oleh gaya gravitasi Bulan. Meskipun Bumi melambat sekitar 1,7 milidetik setiap satu abad, fenomena ini sama sekali tidak akan pernah menghentikan rotasi Bumi secara total, apalagi memutarbalikkan arah putarannya.
Para peneliti dari berbagai universitas terkemuka dunia terus memantau pergerakan inti Bumi untuk memahami dinamika planet kita secara lebih mendalam. Hasil studi menunjukkan bahwa dinamika inti luar Bumi yang cair memang menciptakan medan magnet pelindung, namun kekuatannya tidak berhubungan langsung dengan kecepatan putar permukaan Bumi yang kita pijak sehari-hari.
Melalui klarifikasi ilmiah yang komprehensif ini, masyarakat luas diharapkan untuk lebih selektif dan kritis dalam menyaring informasi yang beredar di jagat maya. Fenomena alam ekstrem seperti pembalikan medan magnet memang sangat menarik untuk dipelajari dari sudut pandang sains, namun tidak perlu dikaitkan secara keliru dengan narasi kiamat yang menakutkan. Berdasarkan seluruh data sains yang valid dari lembaga antariksa kredibel, skenario matahari terbit dari barat di Bumi tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali dan dipastikan tidak akan pernah terjadi.