Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Rabu, 27 Mei 2026 - 11:55 WIB
Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat

bisnis ATM Bitcoin bangkrut

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Fenomena bisnis ATM Bitcoin bangkrut kini menjadi kenyataan pahit setelah salah satu raksasa operator global, Bitcoin Depot, resmi mengajukan pailit. Perusahaan yang tercatat di bursa saham Nasdaq ini terpaksa menghentikan seluruh operasional mesin mereka secara global. Langkah mengejutkan ini terjadi setelah tekanan aturan pemerintah yang kian mencekik ruang gerak transaksi aset digital secara fisik.

Padahal, keberadaan anjungan tunai mandiri (ATM) kripto sebelumnya sempat menjadi simbol kemudahan akses investasi bagi masyarakat awam. Pengguna bisa dengan mudah menukarkan uang tunai langsung menjadi aset kripto tanpa perlu melewati proses pendaftaran bursa digital yang rumit. Namun, perubahan aturan yang sangat dinamis membuat bisnis ATM Bitcoin bangkrut karena tidak mampu lagi menanggung beban biaya kepatuhan hukum yang melonjak drastis.

Mengapa Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut di Tengah Popularitas Kripto?

Pengadilan Kebangkrutan Amerika Serikat di Texas secara resmi menerima pengajuan perlindungan kebangkrutan 'Chapter 11' dari Bitcoin Depot. Keputusan sukarela ini memaksa perusahaan untuk menjual seluruh aset mereka dan mematikan jaringan mesin yang ada. Semua jaringan ATM fisik milik perusahaan kini sudah berstatus tidak aktif alias offline sepenuhnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Padahal, pada tahun lalu, perusahaan ini masih mengoperasikan sekitar 9.276 kios ATM aktif yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Kinerja keuangan perusahaan memburuk dengan sangat cepat dalam waktu singkat. Laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan penurunan pendapatan yang sangat tajam hingga 49 persen secara tahunan

Perusahaan juga menderita kerugian bersih sebesar US$9,5 juta pada periode tersebut. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya, di mana perusahaan masih membukukan laba bersih sebesar US$12,2 juta. Penurunan drastis ini langsung memicu kepanikan di kalangan investor dan mitra bisnis mereka.

Jeratan Regulasi Kripto Ketat dan Tuntutan Hukum

Manajemen Bitcoin Depot secara terbuka menuding regulasi kripto ketat sebagai faktor utama di balik kehancuran bisnis mereka. Aturan baru dari berbagai negara bagian membuat biaya operasional membengkak secara signifikan. CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, menyatakan bahwa pembatasan batas transaksi baru dan larangan operasional di beberapa wilayah membuat ruang gerak mereka terkunci.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Selain hambatan operasional, perusahaan juga harus menghadapi peningkatan kasus hukum dan penegakan hukum yang agresif dari otoritas keuangan. Banyak pengamat menilai bahwa tren bisnis ATM Bitcoin bangkrut ini juga dipicu oleh maraknya aksi kejahatan siber yang memanfaatkan mesin fisik tersebut. Pemerintah tidak ingin mesin-mesin ini menjadi sarang pencucian uang ilegal.

Otoritas hukum di Massachusetts dan Iowa sebelumnya telah melayangkan gugatan hukum tingkat tinggi terhadap Bitcoin Depot. Mereka menuduh perusahaan tersebut memfasilitasi penipuan ATM kripto yang menyasar konsumen rentan. Kasus penipuan dengan modus ini memang menunjukkan tren peningkatan yang sangat mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved