Fleksibilitas ini membuat posisi pakar keamanan siber memiliki posisi tawar yang sangat kuat saat negosiasi kontrak. Untuk posisi eksekutif puncak, paket remunerasi tahunan yang ditawarkan kini berkisar antara 7 hingga 8 juta dolar AS, atau setara dengan Rp124 miliar hingga Rp142 miliar.
Angka fantastis ini tentu sangat mengejutkan jika dibandingkan dengan standar gaji beberapa tahun lalu. Namun, bagi perusahaan raksasa, nilai tersebut jauh lebih murah ketimbang harus menanggung kerugian reputasi dan denda regulasi akibat kebocoran data pelanggan.
Tidak hanya di level direksi, demam kenaikan gaji ini juga merembet ke posisi tingkat menengah seperti insinyur keamanan (security engineer). Mereka kini lebih selektif dalam memilih proyek dan menuntut lingkungan kerja yang lebih menantang serta dinamis.
Pada akhirnya, investasi untuk merekrut pakar keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak demi menjaga kelangsungan bisnis di era digital. Perusahaan yang mengabaikan aspek pertahanan ini harus bersiap menghadapi konsekuensi fatal di masa depan.