Selain itu, Google memberikan kendali penuh kepada pemilik ponsel. Secara bawaan (default), fitur ini dalam kondisi nonaktif. Pengguna harus memberikan izin secara sadar dan mengaktifkannya secara manual melalui menu pengaturan. Kebebasan ini juga mencakup kemampuan untuk mematikan deteksi sewaktu-waktu, bahkan ketika panggilan sedang berlangsung, jika pengguna merasa percakapan tersebut bersifat sangat pribadi.
Untuk saat ini, Fitur Deteksi Penipuan Google baru tersedia bagi para pengguna yang tergabung dalam program beta publik di wilayah Amerika Serikat. Namun, melihat urgensi perlindungan data global, ekspansi ke wilayah lain termasuk Asia dan Eropa diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat. Pengguna di Indonesia diharapkan bersabar menunggu pembaruan sistem operasi yang membawa fitur proteksi ini.
Baca Juga :
Cara Mengaktifkan Proteksi Keamanan Terbaru
Jika Anda merupakan pengguna Google Pixel 6 atau model yang lebih baru dan sudah terdaftar dalam program beta, Anda bisa mencoba fitur ini dengan langkah yang sangat mudah. Pertama, buka aplikasi Telepon yang ada di perangkat Anda. Kemudian, masuk ke menu Setelan dan cari opsi bertajuk "Deteksi Penipuan". Di sana, Anda cukup menggeser tombol aktivasi ke posisi aktif.
Google juga sangat terbuka terhadap masukan dari para penggunanya untuk menyempurnakan akurasi AI mereka. Jika Anda merasa sistem memberikan peringatan yang salah atau justru melewatkan panggilan mencurigakan, Anda bisa mengirimkan umpan balik. Cukup klik Menu pada aplikasi Telepon, pilih Bantuan & Masukan, lalu klik Kirim Masukan agar tim teknis Google bisa terus melakukan perbaikan pada algoritma mereka.
Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat menekan angka kerugian finansial akibat penipuan telepon yang setiap tahunnya mencapai angka triliunan rupiah secara global. Dengan memanfaatkan Fitur Deteksi Penipuan Google, pengguna kini memiliki lapisan pertahanan tambahan yang bekerja secara otomatis di balik layar untuk menjaga keamanan siber pribadi Anda setiap saat.