Perjuangan untuk kedaulatan data juga datang dari suku Maori di Australia dan Selandia Baru. Mereka secara tegas membangun kerangka tata kelola AI sendiri untuk melindungi pengetahuan leluhur mereka. Mereka menolak keras jika data adat dijadikan bahan latihan model AI tanpa izin dan kompensasi yang layak. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan hak digital telah merambah hingga ke komunitas masyarakat adat yang paling tradisional sekalipun.
Baca Juga :
Melihat eskalasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, jelas bahwa gerakan perlawanan anti-AI global akan terus berkembang selama tidak ada solusi konkret mengenai etika dan distribusi manfaat teknologi ini. Masyarakat dunia kini menuntut lebih dari sekadar inovasi; mereka menuntut perlindungan, transparansi, dan penghormatan terhadap martabat manusia di tengah kepungan algoritma yang semakin dominan.