Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Teknologi Komputer Sel Otak Mulai Dikembangkan di Singapura
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Teknologi Komputer Sel Otak Mulai Dikembangkan di Singapura

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 26 April 2026 - 16:55 WIB
Teknologi Komputer Sel Otak Mulai Dikembangkan di Singapura

Teknologi komputer sel otak

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Teknologi komputer sel otak kini tengah menjadi perbincangan hangat di industri teknologi global setelah Singapura mengumumkan proyek ambisius untuk membangun pusat data berbasis biologis. Inovasi radikal ini melibatkan penggunaan komponen "wetware" sebagai pengganti perangkat keras atau hardware konvensional. Langkah besar ini dipelopori oleh DayOne, sebuah perusahaan pengembang data center yang menjalin kemitraan strategis dengan startup asal Australia, Cortical Labs.

Berbeda dengan pusat data tradisional yang mengandalkan chip silikon, teknologi komputer sel otak memanfaatkan neuron atau sel saraf manusia yang ditumbuhkan dari sel punca (stem cell). Sel-sel ini kemudian membentuk jaringan saraf biologis yang mampu memproses informasi layaknya otak manusia. Penggunaan wetware dianggap sebagai terobosan besar karena mampu menawarkan efisiensi energi yang jauh melampaui kemampuan semikonduktor saat ini.

DayOne memegang peran krusial dalam proyek ini dengan menyediakan modal besar serta masukan strategis bagi Cortical Labs dan National University of Singapore (NUS). Kolaborasi lintas negara ini bertujuan untuk membangun prototipe wetware pertama yang dapat dioperasikan secara komersial. Saat ini, pusat data konvensional membutuhkan pasokan listrik yang sangat masif, terutama untuk mendinginkan ribuan server yang bekerja tanpa henti.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengapa Teknologi Komputer Sel Otak Lebih Efisien?

Salah satu alasan utama pengembangan teknologi komputer sel otak adalah konsumsi daya yang sangat rendah. Sebagai perbandingan, otak manusia hanya membutuhkan daya sekitar 20 watt untuk melakukan proses komputasi yang sangat kompleks, jauh lebih kecil dibandingkan superkomputer modern yang memerlukan megawatt listrik. Dengan mengganti silikon menjadi jaringan saraf biologis, Singapura berharap dapat menekan jejak karbon industri digital secara signifikan.

Cortical Labs sendiri menargetkan pembangunan satu rak server khusus yang berisi 20 unit Cortical Cloud. Unit-unit ini akan berfungsi sebagai media pengujian untuk mengukur sejauh mana kinerja dan efisiensi sistem komputer berbasis wetware tersebut. Jika berhasil, sistem ini akan menjadi bukti nyata bahwa biologi dapat diintegrasikan ke dalam infrastruktur digital modern untuk menjawab tantangan krisis energi global.

Validasi sistem ini akan berlangsung melalui serangkaian pengujian ketat di laboratorium milik NUS sebelum akhirnya dipindahkan ke fasilitas komersial. DayOne memastikan bahwa uji coba komersial nantinya akan dilakukan di pusat data milik mereka sendiri. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa teknologi komputer sel otak tersebut mampu beroperasi secara stabil dalam kondisi dunia nyata dan beban kerja yang sesungguhnya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ambisi Singapura Membangun Ekosistem Biokomputer

Jika fase prototipe ini memenuhi standar fungsionalitas dan keamanan yang ditetapkan, DayOne berencana melakukan ekspansi besar-besaran. Mereka menargetkan pembangunan hingga 1.000 unit komputer berbasis wetware di Singapura. Proyek ini tidak hanya sekadar eksperimen, melainkan langkah nyata Singapura untuk memperkuat posisinya sebagai hub teknologi paling inovatif di kawasan Asia Tenggara.

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved