Meskipun Jakarta menghadapi ancaman tenggelam, laju pertumbuhan penduduknya diprediksi tidak akan melambat dalam waktu dekat. PBB memperkirakan populasi di kawasan aglomerasi Jakarta masih akan bertambah sekitar 10 juta orang dalam 25 tahun ke depan. Hal ini tentu menjadi alarm bagi perencanaan tata kota agar mampu menampung ledakan penduduk tersebut tanpa mengorbankan kualitas hidup.
Daftar Kota dengan Populasi Tertinggi Versi PBB
Metodologi baru PBB ini telah mengubah peringkat sejumlah kota besar di dunia. Selain Jakarta dan Dhaka, beberapa kota di China dan India juga mendominasi daftar sepuluh besar. Berikut adalah daftar lengkap kota dengan jumlah penduduk terbanyak menurut laporan tersebut:
- Jakarta, Indonesia: 41,9 juta penduduk
- Dhaka, Bangladesh: 36,6 juta penduduk
- Tokyo, Jepang: 33,4 juta penduduk
- New Delhi, India: 30,2 juta penduduk
- Shanghai, China: 29,6 juta penduduk
- Guangzhou, China: 27,6 juta penduduk
- Manila, Filipina: 24,7 juta penduduk
- Kolkata, India: 22,5 juta penduduk
- Seoul, Korea Selatan: 22,5 juta penduduk
Menariknya, kota-kota seperti Teheran di Iran kini harus menghadapi tantangan distribusi sumber daya yang berat akibat kepadatan ini. Teheran yang dihuni 9 juta orang kini mulai memberlakukan pembatasan distribusi air karena krisis kekeringan yang berkepanjangan. Hal ini menjadi pengingat bahwa kepadatan penduduk yang tinggi selalu berbanding lurus dengan beban daya dukung lingkungan.
Di masa depan, pemerintah Indonesia berharap pemindahan ibu kota ke Nusantara (IKN) dapat sedikit mengurangi beban Jakarta. Namun, para pakar meyakini bahwa Jakarta akan tetap menjadi magnet ekonomi utama yang sulit tergantikan. Predikat Jakarta sebagai kota terpadat di dunia kemungkinan besar masih akan bertahan dalam waktu yang cukup lama, mengingat daya tarik ekonominya yang belum tertandingi oleh wilayah lain di Indonesia.