Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 16 April 2026 - 13:55 WIB
Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama

Penutupan Apple Store permanen

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Penutupan Apple Store permanen resmi dilakukan oleh raksasa teknologi asal Cupertino di tiga lokasi strategis Amerika Serikat. Keputusan pahit ini menyasar gerai yang berlokasi di Apple Trumbull (Connecticut), Apple North County (California), dan Apple Towson (Maryland). Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Apple selama ini dikenal sebagai magnet utama pengunjung di pusat perbelanjaan.

Pihak Apple menyatakan bahwa evaluasi mendalam terhadap lokasi ritel merupakan agenda rutin perusahaan. "Di Apple, kami terus berupaya memberikan layanan luar biasa dan pengalaman hebat bagi pelanggan kami," tulis pernyataan resmi Apple sebagaimana dikutip dari MacRumors. Perusahaan menegaskan bahwa investasi global tetap berjalan, namun efisiensi di lokasi lama menjadi prioritas guna memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi dengan cara terbaik.

Fenomena mal sepi bak kuburan menjadi alasan kuat di balik strategi penutupan Apple Store permanen ini. Apple secara terang-terangan menyebutkan bahwa hengkangnya beberapa penyewa besar (anchor tenants) dan memburuknya kondisi fisik di Trumbull Mall, Shops at North County, dan Towson Town Center memaksa mereka untuk angkat kaki. Penurunan trafik pengunjung secara drastis membuat operasional toko di lokasi tersebut tidak lagi dianggap ideal secara bisnis.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Kondisi ritel fisik di Amerika Serikat memang sedang mengalami transformasi besar-besaran. Banyak pusat perbelanjaan kelas menengah mulai kehilangan daya tarik karena pergeseran kebiasaan belanja konsumen ke arah e-commerce. Apple, yang biasanya menjadi penyewa paling berharga, mulai melihat bahwa mempertahankan toko di mal yang mulai ditinggalkan pengunjung hanya akan membebani biaya operasional tanpa memberikan dampak branding yang signifikan.

Dampak dari penutupan Apple Store permanen ini juga dirasakan langsung oleh para staf yang bekerja di sana. Untuk karyawan di lokasi Trumbull dan North County, Apple menjanjikan relokasi ke toko-toko terdekat yang masih beroperasi. Namun, nasib berbeda dialami oleh staf di Towson Town Center yang diminta untuk melamar kembali pada posisi yang tersedia di cabang lain, tanpa jaminan penempatan otomatis.

Kebijakan ini memicu reaksi keras dari serikat pekerja The International Association of Machinists and Aerospace Workers Coalition of Organized Retail Employees (IAM CORE). Mereka mengecam langkah Apple yang dianggap mengabaikan komunitas dan pekerja yang bergantung pada akses transportasi umum di lokasi tersebut. Serikat pekerja menilai alasan "kondisi mal" hanyalah kedok perusahaan untuk menekan gerakan serikat pekerja di lingkungan internal.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ketegangan Antara Apple dan Serikat Pekerja

IAM CORE secara terbuka menyatakan kemarahan mereka terhadap keputusan penutupan Apple Store permanen di Towson. Mereka menuding Apple melakukan upaya sinis untuk menghancurkan serikat pekerja yang cukup vokal di lokasi tersebut. "Klaim Apple bahwa perjanjian perundingan kolektif mencegah relokasi adalah salah dan menimbulkan kekhawatiran serius," tegas perwakilan IAM dalam pernyataan resminya.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved