Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Produksi MacBook Neo Apple Terhambat Akibat Krisis Chip Global
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Produksi MacBook Neo Apple Terhambat Akibat Krisis Chip Global

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Kamis, 09 April 2026 - 05:55 WIB
Produksi MacBook Neo Apple Terhambat Akibat Krisis Chip Global

Produksi MacBook Neo Apple

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Produksi MacBook Neo Apple tengah menghadapi tantangan besar setelah stok komponen utama mereka dilaporkan menipis di tengah tingginya permintaan pasar. Laptop yang awalnya dirancang sebagai solusi perangkat terjangkau ini justru menjadi korban dari kesuksesannya sendiri. Krisis pasokan chip global yang belum sepenuhnya stabil membuat raksasa teknologi asal Cupertino tersebut harus memutar otak demi menjaga ketersediaan barang di rak-rak toko.

Fenomena ini bermula dari keputusan Apple untuk merambah pasar laptop kelas menengah. Di tengah melambungnya harga komponen elektronik yang memicu kenaikan harga smartphone dan laptop di berbagai negara, termasuk Indonesia, Apple secara mengejutkan merilis MacBook Neo. Dengan harga hanya US$599 atau sekitar Rp10 jutaan, perangkat ini seketika menjadi primadona baru karena menyandang gelar laptop termurah dalam sejarah perusahaan tersebut.

Langkah berani ini diambil Apple untuk menarik minat pengguna baru masuk ke dalam ekosistem mereka. Namun, di balik harganya yang kompetitif, terdapat strategi produksi yang sangat spesifik. Apple memanfaatkan ketersediaan chip sisa atau "binning" dari prosesor A18 Pro. Sebagai informasi, chip ini merupakan otak utama yang tertanam pada iPhone 16 Pro keluaran tahun 2024. Strategi menggunakan komponen sisa ini memungkinkan Apple menekan biaya produksi secara drastis tanpa mengorbankan performa perangkat secara keseluruhan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Tantangan Besar di Balik Produksi MacBook Neo Apple

Sayangnya, rencana matang tersebut kini terbentur pada realitas pasar. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Apple telah kehabisan stok chip sisaan tersebut. Tingginya minat konsumen terhadap MacBook Neo membuat cadangan chip A18 Pro yang dialokasikan untuk laptop ini ludes lebih cepat dari perkiraan awal. Situasi ini tentu mengganggu kelancaran Produksi MacBook Neo Apple yang semula hanya ditargetkan mencapai 5 hingga 6 juta unit saja.

Permintaan yang melampaui target awal ini menciptakan dilema logistik bagi manajemen Apple. Berdasarkan data dari Android Headlines, perusahaan kini berada di persimpangan jalan. Jika Apple bersikeras melanjutkan proses manufaktur, mereka harus memesan chip A18 Pro baru secara khusus kepada TSMC, mitra manufaktur chip mereka di Taiwan. Masalahnya, lini produksi chip dengan fabrikasi 3nm milik TSMC saat ini sudah berada pada kapasitas maksimal untuk melayani pesanan produk unggulan lainnya.

Kondisi ini memaksa Apple untuk membayar biaya premium jika ingin mendapatkan slot produksi tambahan. Jika langkah ini diambil, margin keuntungan dari penjualan MacBook Neo akan tergerus signifikan. Mengingat harga jualnya yang sudah sangat mepet di angka US$599, biaya tambahan untuk pengadaan chip baru bisa membuat proyek laptop murah ini menjadi tidak menguntungkan lagi secara bisnis bagi perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Empat Skenario Masa Depan MacBook Neo

Menghadapi kebuntuan dalam Produksi MacBook Neo Apple, para analis melihat ada empat opsi yang mungkin diambil oleh perusahaan. Opsi pertama adalah menghentikan penjualan varian termurah dengan kapasitas penyimpanan 256GB. Apple bisa saja hanya menyediakan varian 512GB dengan harga yang lebih tinggi untuk menutupi kenaikan biaya produksi chip baru. Strategi ini dianggap paling masuk akal untuk menjaga kelangsungan produk di pasar tanpa harus merugi.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved