Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Kasus Penipuan Online Amerika Serikat Meroket, FBI Ungkap Fakta Baru
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Kasus Penipuan Online Amerika Serikat Meroket, FBI Ungkap Fakta Baru

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Rabu, 08 April 2026 - 17:55 WIB
Kasus Penipuan Online Amerika Serikat Meroket, FBI Ungkap Fakta Baru

Kasus Penipuan Online Amerika Serikat Meroket, FBI Ungkap Fakta Baru

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Kasus penipuan online Amerika Serikat kini memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan dengan total kerugian yang mencapai angka fantastis sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan terbaru dari Federal Bureau of Investigation (FBI), warga Negeri Paman Sam tersebut kehilangan lebih dari US$21 miliar atau setara Rp334 triliun dalam satu tahun kalender. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 26 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan kerugian sebesar US$16,6 miliar.

Pusat Pelaporan Kejahatan Internet AS (IC3) mengungkapkan bahwa frekuensi serangan siber juga mengalami lonjakan drastis. Selama tahun 2025, lembaga tersebut menerima lebih dari 1 juta keluhan dari masyarakat. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang berada di angka 859.000 laporan. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin agresif dan menggunakan metode yang lebih canggih untuk menjerat korban mereka di ruang digital.

Data FBI menunjukkan bahwa serangan phishing tetap menjadi ancaman paling dominan dengan 191.000 kasus yang terlaporkan. Selain itu, praktik pemerasan (extortion) mencatatkan 89.000 kasus, sementara penipuan investasi berada di posisi ketiga dengan 72.000 kasus. Meskipun jumlah kasus investasi tidak sebanyak phishing, dampak finansial yang ditimbulkannya jauh lebih merusak bagi stabilitas ekonomi individu para korban.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Analisis Modus Operandi Kasus Penipuan Online Amerika Serikat

Dalam membedah kasus penipuan online Amerika Serikat, sektor investasi muncul sebagai kontributor kerugian finansial terbesar. Penipuan bermodus investasi menyedot dana warga hingga US$8,6 miliar. Namun, sorotan utama tertuju pada ekosistem mata uang digital. Penipuan yang menargetkan aset kripto menyebabkan kerugian paling masif, yakni mencapai US$11 miliar dari total 181.565 laporan yang masuk ke meja IC3.

Para pelaku kejahatan siber biasanya menggunakan skema yang sangat rapi, mulai dari tawaran keuntungan tinggi yang tidak masuk akal hingga penggunaan platform perdagangan palsu. Mereka memanfaatkan psikologi korban yang ingin mendapatkan keuntungan cepat di tengah fluktuasi pasar kripto. Tren ini menunjukkan bahwa meskipun literasi digital meningkat, kecanggihan manipulasi sosial yang dilakukan peretas masih mampu menembus pertahanan logika banyak orang.

Selain kripto, FBI juga menyoroti ancaman serius lainnya seperti peretasan email bisnis (Business Email Compromise) yang mencatatkan 24.700 kasus. Meskipun secara kuantitas lebih kecil, dampak dari pembobolan email perusahaan ini sering kali melibatkan nilai transaksi yang sangat besar. Ada pula laporan mengenai pelanggaran data sebanyak 3.900 kasus, serangan ransomware 3.600 kasus, hingga modus penukaran kartu SIM atau SIM swap yang mencapai 971 kasus.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ancaman Kecerdasan Buatan dan Deepfake

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, laporan resmi FBI memasukkan kategori khusus untuk penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI). Kasus penipuan online Amerika Serikat yang melibatkan teknologi AI mencatatkan 22.300 laporan dengan total kerugian mencapai US$893 juta. Modus yang digunakan sangat beragam dan sangat sulit dideteksi oleh mata awam, mulai dari pemalsuan dokumen hingga penggunaan video deepfake.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved