Peningkatan konsumsi data juga menjadi sorotan utama dalam laporan ini. Rata-rata penggunaan data global mencapai 21 GB per smartphone setiap bulan pada 2025. Namun, untuk kawasan Asia Tenggara dan Oseania, angka ini diprediksi melonjak hingga 42 GB per bulan pada 2031. Lonjakan ini didorong oleh aplikasi berbasis video resolusi tinggi serta layanan berbasis AI yang memerlukan pertukaran data secara kontinu. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan AI di Indonesia akan menjadi mesin penggerak utama konsumsi data nasional di masa depan.
Ericsson ConsumerLab juga menggarisbawahi bahwa kualitas jaringan kini tidak lagi hanya diukur dari seberapa cepat seseorang bisa mengunduh file. Pengalaman aplikasi yang interaktif, seperti panggilan video berkualitas tinggi dengan latar belakang AI atau kolaborasi ruang kerja virtual, sangat bergantung pada kualitas uplink. Jaringan yang mampu mendukung interaksi AI secara cepat dan real-time akan menjadi pemenang dalam kompetisi industri telekomunikasi masa depan.
Membangun Ekonomi Digital Melalui AI dan 5G
Integrasi antara "AI untuk jaringan" dan "jaringan untuk AI" menjadi kunci dalam menciptakan layanan yang lebih adaptif. Dengan kecerdasan buatan, jaringan seluler dapat mengalokasikan sumber daya secara otomatis berdasarkan kebutuhan pengguna di titik tertentu. Di Indonesia, tren ini sudah mulai terlihat di mana satu dari lima orang telah memanfaatkan AI generatif untuk mengolah teks, suara, dan gambar dalam aktivitas harian mereka. Masifnya penggunaan AI di Indonesia ini diprediksi akan mengubah lanskap ekonomi kreatif secara total.
Baca Juga :
Selain itu, fleksibilitas akses menjadi faktor penentu. Sekitar 46 persen aktivitas berbasis AI diprediksi akan terjadi di luar ruangan atau gedung. Hal ini menandakan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap koneksi seluler yang stabil di ruang publik akan semakin tinggi. Jaringan 5G bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan fondasi strategis untuk memperkuat ekonomi digital Indonesia dan menjadi jembatan menuju pengembangan teknologi 6G di masa depan.
Teknologi 5G memungkinkan lahirnya pengalaman digital baru yang sebelumnya sulit diimplementasikan, seperti analitik video real-time untuk keamanan kota cerdas (smart city) atau prosedur medis jarak jauh. Dengan pengalaman mengoperasikan 206 jaringan 5G aktif di 85 negara, Ericsson berkomitmen mendukung operator seluler di tanah air untuk mempercepat transformasi ini. Pada akhirnya, peningkatan penggunaan AI di Indonesia diharapkan dapat membawa bangsa ini menuju kedaulatan digital yang lebih kuat dan kompetitif di kancah global.