Triolo memaparkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya telah menopang permintaan untuk chip dengan teknologi mature node atau teknologi yang sedikit lebih tua namun sangat stabil. Namun, di saat yang sama, permintaan untuk chip yang lebih canggih tetap melonjak drastis karena didorong oleh tren AI yang sedang meledak secara global. Hal ini menciptakan keseimbangan pendapatan bagi perusahaan semikonduktor di China, baik dari lini produk standar maupun produk premium.
Kemandirian Teknologi Beijing yang Semakin Nyata
Langkah Amerika Serikat memutus akses China terhadap teknologi kunci telah mempercepat dorongan mandiri dari Beijing. Pemerintah China kini secara aktif mendorong perusahaan lokal untuk beralih dari produk Nvidia ke alternatif domestik. Huawei, sebagai salah satu pemimpin teknologi di sana, mulai mengisi kekosongan pasar tersebut dengan produk-produk yang terus dikembangkan kemampuannya. Meskipun secara performa murni masih berada di bawah produk unggulan AS, produk lokal ini dianggap cukup untuk menjalankan operasional komputasi harian.
Parv Sharma, analis senior dari Counterpoint Research, memberikan pandangan objektif mengenai situasi ini. Menurutnya, meskipun China belum memimpin dalam performa puncak GPU kelas atas, solusi buatan dalam negeri berhasil mengisi "celah komputasi" domestik yang sangat krusial. Keberhasilan mengisi celah inilah yang mendorong rekor pendapatan bagi banyak perusahaan teknologi di China, sekaligus memperkuat fondasi industri chip China AI untuk jangka panjang.
Sektor chip memori di China juga mendapatkan keuntungan besar dari situasi ini. Memori merupakan komponen kunci bagi pusat data AI dan perangkat elektronik konsumen. Saat ini, dunia sedang mengalami kelangkaan memori global sementara permintaan tetap berada di titik tertinggi. Kondisi ini memicu lonjakan harga yang memberikan margin keuntungan lebih besar bagi produsen lokal.
Peluang Besar di Sektor High-Bandwidth Memory (HBM)
Salah satu pemain utama dalam sektor memori, ChangXin Memory Technologies (CXMT), mencatatkan lonjakan pendapatan yang luar biasa sebesar 130% secara tahunan. Pendapatan mereka kini mencapai lebih dari 55 miliar yuan atau sekitar US$ 8 miliar. Fokus utama saat ini adalah pada High-bandwidth memory (HBM), komponen vital yang sangat dibutuhkan untuk akselerasi kecerdasan buatan.
Meskipun pasar HBM global saat ini masih didominasi oleh pemain besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, pembatasan ekspor teknologi HBM ke China justru membuka pintu lebar bagi CXMT. Phelix Lee, analis ekuitas senior di Morningstar, menyatakan bahwa CXMT kini muncul sebagai satu-satunya alternatif dalam negeri yang kredibel. Walaupun secara teknologi masih tertinggal satu atau dua generasi, produk seperti HBM2 atau HBM2e tetap disambut baik oleh pasar domestik karena ketersediaannya yang terjamin.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kebijakan isolasi teknologi tidak selalu membuahkan hasil seperti yang diharapkan oleh pihak Barat. Sebaliknya, hal tersebut justru menciptakan ekosistem yang lebih tangguh dan mandiri di dalam negeri China. Dengan dukungan pendanaan dari pemerintah melalui "Big Fund" dan permintaan pasar yang tak terbendung, masa depan industri chip China AI diprediksi akan semakin dominan dalam peta persaingan teknologi global di masa depan.