Ekspansi Blokir ke Router dan Infrastruktur Rumahan
Baru-baru ini, otoritas telekomunikasi AS juga mengambil langkah drastis dengan melarang impor model router konsumen terbaru buatan China. Perangkat router, yang berfungsi sebagai gerbang utama bagi komputer, telepon pintar, dan perangkat pintar di rumah untuk terhubung ke internet, dianggap sebagai titik lemah yang paling krusial. Jika router tersebut memiliki kerentanan, maka seluruh ekosistem digital di dalam sebuah rumah atau kantor bisa dengan mudah disusupi oleh pihak luar.
Ketegasan FCC dalam mengimplementasikan larangan perangkat teknologi China terlihat dari hasil pemungutan suara internal pada Oktober 2025. Dengan suara bulat 3-0, lembaga tersebut sepakat untuk memblokir persetujuan baru bagi perangkat yang menggunakan komponen dari perusahaan dalam daftar hitam. Bahkan dalam beberapa kasus khusus, FCC tidak segan-segan membatalkan otorisasi yang telah diberikan sebelumnya, sebuah langkah retroaktif yang jarang terjadi dalam sejarah regulasi perdagangan AS.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari perusahaan-perusahaan yang terdampak. Hikvision, salah satu produsen kamera pengawas terbesar di dunia, telah mengajukan gugatan hukum pada akhir tahun 2025. Mereka menuduh FCC telah melampaui wewenang hukumnya dan bertindak tanpa bukti yang memadai. Hikvision berpendapat bahwa pembatasan retroaktif tersebut merugikan bisnis secara tidak adil dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam konstitusi perdagangan Amerika Serikat.
Namun, upaya hukum tersebut tampaknya menemui jalan buntu. Pada Februari 2025, pengadilan banding AS telah menolak upaya Hikvision untuk mencabut larangan yang ditetapkan sejak 2022. Kegagalan di meja hijau ini semakin memperkuat posisi FCC untuk terus menekan keberadaan teknologi China di wilayah AS. Hal ini juga memberikan sinyal kepada investor global bahwa ketergantungan pada rantai pasok teknologi dari China mengandung risiko regulasi yang sangat tinggi di masa depan.
Di sisi lain, Kedutaan Besar China di Washington cenderung bersikap hati-hati dan belum memberikan komentar resmi terbaru terkait proposal perluasan blokir ini. Meski begitu, Beijing secara konsisten menuduh Washington telah menyalahgunakan konsep keamanan nasional untuk menekan perusahaan-perusahaan China yang kompetitif secara global. Ketegangan ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan upaya AS untuk mencapai kemandirian teknologi dan memperkuat aliansi keamanan siber dengan negara-negara sekutunya.
Selain memblokir produk fisik, FCC juga mulai menyasar layanan dan pengujian. Baru-baru ini, mereka mencabut pengakuan dari laboratorium pengujian yang dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah China. Langkah ini memastikan bahwa setiap perangkat yang masuk ke pasar AS harus melalui pengujian ketat dari lembaga yang dianggap netral dan tidak terafiliasi dengan kepentingan politik Beijing. Hal ini menambah lapisan birokrasi dan biaya bagi perusahaan China yang masih mencoba bertahan di pasar Amerika.