Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
PHK Massal Karyawan Oracle: 30 Ribu Staf Dipangkas Demi AI
Advertisement
Sponsor SLOT 16

PHK Massal Karyawan Oracle: 30 Ribu Staf Dipangkas Demi AI

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Sabtu, 04 April 2026 - 05:22 WIB
PHK Massal Karyawan Oracle: 30 Ribu Staf Dipangkas Demi AI

PHK massal karyawan Oracle

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - PHK massal karyawan Oracle kini menjadi sorotan tajam dunia teknologi setelah perusahaan raksasa tersebut mengumumkan pemangkasan hubungan kerja terhadap 30.000 pegawai secara global. Langkah drastis ini diambil sebagai bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengalihkan sumber daya finansial guna mendanai pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang lebih masif. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Oracle merupakan salah satu pemain kunci dalam industri perangkat lunak dan layanan awan (cloud) dunia.

Proses pemutusan hubungan kerja ini berlangsung dengan cara yang dianggap sangat dingin oleh banyak staf yang terdampak. Para karyawan di berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, India, Kanada, hingga Meksiko, menerima notifikasi melalui surat elektronik (email) pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Email tersebut dikirimkan oleh tim "Oracle Leadership" dan memberikan instruksi yang sangat lugas mengenai akhir masa kerja mereka.

Bagi ribuan pekerja, email tersebut bukan sekadar pemberitahuan formal, melainkan pemutusan akses instan terhadap seluruh ekosistem digital perusahaan. Begitu email terkirim, akses ke komputer kantor, akun email internal, layanan pesan suara, hingga file pekerjaan langsung dinonaktifkan secara otomatis. Hal ini membuat para staf tidak memiliki kesempatan untuk berpamitan secara layak kepada rekan kerja atau menyelesaikan tugas-tugas administratif terakhir mereka.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ambisi AI di Balik PHK Massal Karyawan Oracle

Langkah PHK massal karyawan Oracle ini disebut-sebut sebagai salah satu pemangkasan terbesar dalam sejarah panjang perusahaan yang didirikan oleh Larry Ellison tersebut. Berdasarkan data internal per Mei 2025, Oracle mempekerjakan sekitar 162.000 orang. Dengan target pemangkasan mencapai 30.000 posisi, berarti sekitar 18 persen dari total tenaga kerja global mereka harus kehilangan pekerjaan dalam satu gelombang besar.

India menjadi wilayah yang paling terdampak dalam badai efisiensi ini. Laporan lokal menyebutkan bahwa sekitar 12.000 karyawan di pusat pengembangan Oracle di India terkena dampak langsung. Alasan utama yang dikemukakan manajemen dalam email pemberhentian tersebut adalah adanya "perubahan organisasi yang lebih luas". Perubahan ini merujuk pada ambisi raksasa teknologi tersebut untuk membangun lebih banyak pusat data berbasis AI guna bersaing dengan kompetitor seperti Microsoft, AWS, dan Google.

Strategi ini menunjukkan pergeseran prioritas yang sangat kontras di industri teknologi saat ini. Perusahaan tidak lagi ragu untuk mengorbankan ribuan talenta manusia demi mempercepat adopsi teknologi otonom. Oracle dilaporkan sedang menguji coba program baru yang menggunakan agen AI untuk melakukan pekerjaan administrasi basis data rutin. Pekerjaan-pekerjaan ini sebelumnya membutuhkan tim insinyur yang besar, namun kini dianggap bisa diselesaikan oleh algoritma dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Ironi Kinerja Keuangan dan Penurunan Saham

Fenomena PHK massal karyawan Oracle ini memicu perdebatan hangat di kalangan analis pasar modal. Pasalnya, pemangkasan ini terjadi justru saat perusahaan melaporkan kinerja kuartal terakhir yang cukup solid. Pendapatan Oracle tercatat naik signifikan sebesar 22 persen, melampaui ekspektasi para analis Wall Street. Secara fundamental, perusahaan sebenarnya berada dalam posisi yang menguntungkan secara operasional.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved