Dalam serangan terhadap Stryker, Handala mengklaim telah menghapus sebagian besar data perusahaan sebagai bentuk sabotase. Tidak berhenti di situ, kelompok ini juga menargetkan sektor pertahanan. Mereka mengaku telah mengantongi data pribadi puluhan karyawan Lockheed Martin, raksasa industri pertahanan Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Pola serangan ini menunjukkan bahwa Handala memiliki kemampuan teknis yang mumpuni untuk menembus lapisan keamanan perusahaan kelas dunia.
Meskipun pihak Reuters belum bisa memverifikasi secara independen keaslian seluruh pesan Patel yang bocor, alamat Gmail yang menjadi target dilaporkan cocok dengan data yang pernah bocor dalam insiden keamanan sebelumnya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa akun pribadi pejabat sering kali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh peretas untuk masuk ke dalam ekosistem informasi yang lebih luas.
Ketegangan siber antara kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran dan otoritas Amerika Serikat diprediksi akan terus meningkat. Kasus peretasan email bos FBI ini menjadi peringatan keras bagi para pejabat tinggi untuk lebih memperketat keamanan akun pribadi mereka, mengingat batasan antara data pekerjaan dan data pribadi kini semakin kabur di mata para peretas profesional.