Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Penggunaan Uang Tunai Fisik Masih Populer di Negara Maju
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Penggunaan Uang Tunai Fisik Masih Populer di Negara Maju

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 31 Maret 2026 - 23:54 WIB
Penggunaan Uang Tunai Fisik Masih Populer di Negara Maju

Penggunaan uang tunai fisik

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Penggunaan uang tunai fisik di tengah gempuran teknologi finansial ternyata masih menunjukkan daya tahan yang luar biasa, terutama di negara-negara maju. Meskipun dunia saat ini sedang bergerak menuju digitalisasi total, banyak masyarakat di negara dengan ekonomi stabil justru enggan meninggalkan lembaran uang kertas. Fenomena ini memicu perdebatan menarik mengenai apakah "kiamat" uang tunai benar-benar akan terjadi atau justru hanya sekadar transformasi yang tidak akan pernah mencapai titik akhir.

Kini, hampir semua layanan perbankan dan perdagangan dapat diakses melalui aplikasi di ponsel pintar. Mekanisme transfer instan memungkinkan masyarakat membayar barang atau jasa tanpa harus repot mengantre di mesin ATM. Kondisi ini secara teori seharusnya membuat ketergantungan terhadap uang kartal menurun drastis. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal yang berbeda, di mana penggunaan uang tunai fisik tetap memegang peran sentral dalam transaksi harian masyarakat di negara-negara tertentu.

Anomali Digitalisasi di Jantung Eropa

Swiss menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana sebuah negara maju tetap mempertahankan tradisi lama di tengah modernitas. Berdasarkan laporan terbaru dari Bank Nasional Swiss (SNB), penggunaan aplikasi pembayaran mobile di negara tersebut justru mengalami stagnasi sepanjang tahun lalu. Padahal, Swiss memiliki infrastruktur teknologi yang sangat mumpuni untuk mendukung ekosistem nontunai secara penuh.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Masyarakat setempat masih sangat gemar menggunakan uang tunai untuk berbelanja kebutuhan pokok atau membayar jasa secara langsung. Mayoritas responden dalam survei SNB menyatakan keinginan mereka untuk terus memegang uang kertas di dompet mereka. Menariknya, hanya sekitar 2% dari total responden yang memiliki niat untuk beralih sepenuhnya ke metode pembayaran digital dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap penggunaan uang tunai fisik masih jauh lebih tinggi dibandingkan platform digital.

Data statistik menunjukkan bahwa aplikasi pembayaran seperti Twint atau Apple Pay hanya mencakup sekitar 17% dari total transaksi sepanjang tahun 2025. Angka ini justru mengalami penurunan tipis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 18%. Di sisi lain, kartu debit masih mendominasi dengan porsi 37%, sementara pembayaran tunai menyusul di posisi kedua dengan angka 30%. Persentase ini tetap stabil, membuktikan bahwa masyarakat belum siap melepaskan uang fisik mereka.

Alasan Privasi dan Keamanan Identitas

Salah satu alasan utama mengapa masyarakat di negara maju masih setia dengan penggunaan uang tunai fisik adalah masalah anonimitas. Di era digital, setiap transaksi yang dilakukan melalui aplikasi atau kartu meninggalkan jejak data yang dapat dilacak. Bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai ancaman terhadap privasi pribadi mereka. Mereka tidak ingin lembaga keuangan atau pihak ketiga mengetahui secara detail ke mana saja uang mereka mengalir.

Advertisement
Sponsor SLOT 17
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved