Seluruh hasil jepretan dan rekaman video tersebut tidak bisa dikirim secara instan jika terjadi gangguan sinyal. Tim di darat baru akan menerima kiriman data tersebut setelah kapsul Orion kembali mendapatkan koneksi stabil dengan stasiun bumi. Dokumentasi ini nantinya akan menjadi materi riset penting bagi para ilmuwan di seluruh dunia untuk mempersiapkan pendaratan manusia di masa depan.
Secara total, perjalanan bersejarah ini akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Setelah melakukan manuver terbang lintas Bulan yang diperkirakan terjadi pada 6 April, para astronaut akan memulai perjalanan pulang menuju Bumi. Jika semua berjalan sesuai rencana, mereka akan melakukan pendaratan (splashdown) di Samudera Pasifik pada pukul 00:06 UTC tanggal 11 April 2026, atau sekitar pukul 07:06 WIB.
Persiapan Menuju Pendaratan Manusia di Masa Depan
Penting untuk dipahami bahwa Misi Artemis II NASA ke Bulan merupakan langkah awal sebelum NASA benar-benar mendaratkan kaki manusia di permukaan Bulan. Awalnya, Artemis III direncanakan sebagai misi pendaratan, namun rencana tersebut mengalami perubahan strategi. Kini, Artemis III diposisikan sebagai ajang uji coba teknologi pendaratan di orbit Bumi rendah (LEO) yang dijadwalkan pada tahun 2027.
Keputusan ini diambil untuk memastikan seluruh sistem keamanan dan modul pendaratan (Lander) bekerja dengan sempurna sebelum membawa kru ke medan yang lebih ekstrem. NASA lebih memilih untuk melakukan pengujian bertahap guna meminimalisir risiko kegagalan teknis yang bisa mengancam nyawa para astronaut. Oleh karena itu, pendaratan manusia pertama di kutub selatan Bulan baru akan direalisasikan melalui misi Artemis IV yang diproyeksikan meluncur setahun setelahnya.
Keberhasilan Misi Artemis II NASA ke Bulan akan menjadi pembuktian bagi Amerika Serikat dan mitra internasionalnya dalam memimpin era baru eksplorasi ruang angkasa. Misi ini bukan sekadar perjalanan pulang-pergi, melainkan upaya membangun keberadaan manusia secara permanen di Bulan sebagai batu loncatan menuju planet Mars. Dengan dukungan teknologi roket SLS yang sangat kuat, umat manusia kini selangkah lebih dekat untuk menjadi spesies multi-planet.
Seluruh dunia kini menantikan detik-detik peluncuran yang akan membawa nama Jeremy Hansen, Christina Koch, Victor Glover, dan Reid Wiseman ke dalam buku sejarah. Melalui Misi Artemis II NASA ke Bulan, kita akan menyaksikan bagaimana keberanian manusia dan kecanggihan teknologi bersatu untuk menembus batas-batas ketidakmungkinan di luar angkasa.