Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Investasi Chip Memori Samsung di China Melonjak Demi Kebutuhan AI
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Investasi Chip Memori Samsung di China Melonjak Demi Kebutuhan AI

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Selasa, 31 Maret 2026 - 04:54 WIB
Investasi Chip Memori Samsung di China Melonjak Demi Kebutuhan AI

Investasi Chip Memori Samsung di China

Sumber Foto :inet.detik.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Investasi Chip Memori Samsung di China mengalami peningkatan signifikan seiring dengan melonjaknya permintaan pasar terhadap komponen kecerdasan buatan (AI). Samsung Electronics bersama kompetitornya, SK Hynix, kini tengah beradu cepat memperkuat basis produksi mereka di Negeri Tirai Bambu tersebut. Berdasarkan laporan tahunan terbaru, Samsung mengalokasikan dana sebesar 465,4 miliar won atau setara dengan Rp4,9 triliun untuk fasilitas produksinya di Xi'an sepanjang tahun 2025.

Angka ini menunjukkan lonjakan drastis sebesar 67,5% jika kita bandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Tidak hanya Samsung, SK Hynix juga menunjukkan agresivitas serupa dengan menyuntikkan dana sebesar 581,1 miliar won di pabrik Wuxi dan 440,6 miliar won untuk fasilitas di Dalian. Fenomena ini mempertegas bahwa industri semikonduktor dunia sedang berada dalam fase krusial untuk mengamankan rantai pasok global.

Langkah memperbesar Investasi Chip Memori Samsung di China ini menjadi respons taktis terhadap kondisi pasar memori yang semakin ketat. Lonjakan kebutuhan komputasi AI memerlukan dukungan perangkat keras yang masif, terutama pada segmen DRAM dan NAND Flash. Tanpa adanya ekspansi kapasitas produksi, industri teknologi dikhawatirkan akan menghadapi kemacetan pasokan yang dapat menghambat inovasi digital secara global.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Mengapa Investasi Chip Memori Samsung di China Menjadi Krusial?

Para ahli industri menilai bahwa mengandalkan fasilitas yang sudah ada jauh lebih efisien daripada membangun pabrik dari nol. Lee Byung-chul, seorang peneliti senior dari Sejong Institute, mengungkapkan bahwa proses pembangunan pabrik baru umumnya memakan waktu antara tiga hingga lima tahun. Oleh karena itu, optimalisasi fasilitas produksi di China menjadi jalan pintas paling rasional bagi perusahaan Korea Selatan untuk merespons permintaan pasar yang meledak saat ini.

Fasilitas Samsung di Xi'an memegang peranan vital karena menyumbang sekitar 40% dari total produksi NAND global perusahaan. Di sisi lain, pabrik Wuxi milik SK Hynix berkontribusi lebih dari 30% untuk produksi DRAM mereka. Dengan porsi produksi sebesar itu, stabilitas operasional di China menjadi penentu hidup dan mati bagi ketersediaan chip memori dunia, terutama saat pesanan chip untuk tahun ini dikabarkan sudah habis terpesan.

Kondisi ini semakin diperparah dengan proyeksi pesimis dari Goldman Sachs. Lembaga keuangan global tersebut memperkirakan akan terjadi defisit pasokan DRAM hingga 4,9% dari total permintaan pada tahun 2026 mendatang. Jika prediksi ini akurat, maka dunia akan menghadapi kekurangan chip terparah dalam 15 tahun terakhir. Selain DRAM, defisit pada sektor NAND juga diperkirakan menyentuh angka 4,2%, sebuah situasi yang menuntut Investasi Chip Memori Samsung di China tetap berjalan stabil.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dilema Geopolitik dan Tekanan Amerika Serikat

Meskipun China merupakan basis produksi dan pasar yang sangat penting bagi Samsung, perusahaan harus menavigasi bisnis mereka di tengah tekanan geopolitik yang memanas. Pemerintah Amerika Serikat telah memperketat kontrol ekspor peralatan chip canggih ke China sejak tahun 2025. Kebijakan ini mewajibkan perusahaan seperti Samsung dan SK Hynix untuk mengantongi izin tahunan guna mengimpor teknologi atau mesin produksi asal AS ke wilayah China.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved