Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

Iphan S
Iphan STim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 29 Maret 2026 - 05:22 WIB
Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

Teknologi pendingin ramah lingkungan

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Teknologi pendingin ramah lingkungan kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan sebagai solusi mutakhir untuk menggantikan penggunaan gas freon pada perangkat elektronik seperti AC dan kulkas. Penemuan ini lahir dari tangan dingin para peneliti di Lawrence Berkeley National Laboratory yang berafiliasi dengan University of California, Berkeley. Langkah ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak buruk gas refrigeran konvensional terhadap lapisan ozon dan pemanasan global.

Selama puluhan tahun, sistem pendingin konvensional mengandalkan zat kimia yang berubah fase dari cair ke gas untuk menyerap panas. Namun, proses ini sering kali melepaskan emisi gas rumah kaca yang sangat kuat ke atmosfer. Melalui teknologi pendingin ramah lingkungan yang baru ini, para ahli mencoba merevolusi cara energi panas dipindahkan dan diserap tanpa harus merusak ekosistem bumi.

Mengenal Mekanisme Siklus Ionokalori

Model yang dikembangkan oleh tim peneliti ini memanfaatkan prinsip penyimpanan dan pelepasan energi saat sebuah material berubah bentuk. Fenomena ini serupa dengan proses perubahan es menjadi air. Secara alami, ketika suhu ruangan meningkat, es akan mencair. Di saat yang bersamaan, proses pencairan tersebut menyerap panas dari lingkungan sekitar, sehingga suhu di area tersebut menjadi lebih dingin dan sejuk.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Untuk menciptakan alternatif sistem pendinginan yang lebih efisien, peneliti fokus menemukan cara untuk "mencairkan es" tanpa perlu menaikkan suhu lingkungan. Metode unik yang mereka temukan adalah dengan menyuntikkan partikel bermuatan energi yang disebut sebagai ion. Proses ini secara teknis mirip dengan penggunaan garam di jalan raya saat musim dingin untuk mencegah pembentukan es yang licin.

Siklus perubahan bentuk material yang dipicu oleh interaksi ion ini kemudian diberi nama siklus ionokalori. Kehadiran teknologi pendingin ramah lingkungan berbasis ion ini diharapkan mampu menutupi celah kelemahan sistem pendingin yang ada saat ini, terutama dari sisi efisiensi energi dan faktor keamanan bagi pengguna di rumah maupun industri.

Keunggulan Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Berbasis Ion

Drew Lilley, salah satu peneliti utama dari Lawrence Berkeley National Laboratory, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada solusi alternatif pendinginan yang benar-benar sukses. Banyak inovasi sebelumnya yang gagal karena tidak memenuhi aspek keselamatan, kurang efisien, atau tetap berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, tim peneliti sangat optimis bahwa siklus ionokalori memiliki potensi besar untuk diproduksi secara massal.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Dalam serangkaian uji coba laboratorium, tim peneliti menggunakan garam khusus yang diracik dari campuran yodium dan natrium. Bahan ini digunakan untuk mencairkan etilena karbonat, sebuah pelarut organik yang umum ditemukan pada baterai lithium-ion. Menariknya, cairan ini diproduksi dengan memanfaatkan karbon dioksida sebagai bahan bakunya.

TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved