Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi beta.technonesia.id
Minggu, 29 Maret 2026 - 03:53 WIB
Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular

Apple setop jualan Mac Pro

Sumber Foto :www.cnbcindonesia.com
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Apple setop jualan Mac Pro secara resmi dari lini produk global mereka, sebuah langkah yang menandai berakhirnya era komputer workstation dengan desain modular tradisional. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Mac Pro generasi terakhir dengan chip M2 Ultra baru berumur sekitar tiga tahun. Penghentian penjualan ini mencerminkan perubahan drastis dalam filosofi komputasi Apple yang kini sepenuhnya mengandalkan integrasi sistem di dalam satu chip (System on a Chip/SoC).

Para analis melihat bahwa langkah Apple setop jualan Mac Pro merupakan konsekuensi logis dari dominasi Apple Silicon. Sejak perusahaan meninggalkan prosesor Intel, kebutuhan akan ruang internal yang besar untuk komponen tambahan seperti kartu grafis pihak ketiga (GPU) menjadi tidak relevan. Arsitektur memori terpadu (Unified Memory Architecture) pada chip M-Series membuat pemrosesan data jauh lebih efisien tanpa memerlukan jalur PCIe yang kompleks untuk grafis eksternal.

Alasan Utama Apple Setop Jualan Mac Pro dan Beralih ke Mac Studio

Salah satu pemicu utama mengapa Apple setop jualan Mac Pro adalah kehadiran Mac Studio yang jauh lebih efisien. Mac Studio menawarkan performa setara, bahkan lebih tinggi pada varian M3 Ultra atau M4 Max, namun dengan ukuran fisik yang hanya sepersekian dari Mac Pro. Bagi para profesional di bidang video editing atau rendering 3D, efisiensi ruang dan rasio performa-per-harga menjadi pertimbangan utama yang membuat Mac Pro kehilangan daya tariknya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Keterbatasan Mac Pro versi Apple Silicon memang sempat menuai kritik dari komunitas pengguna pro. Meski memiliki slot PCIe, perangkat tersebut tidak mendukung GPU eksternal karena keterbatasan teknis pada arsitektur chip Apple. Hal ini membuat slot ekspansi pada Mac Pro hanya berguna untuk kartu penyimpanan atau kartu jaringan tambahan, yang sebenarnya bisa ditangani melalui koneksi Thunderbolt pada Mac Studio yang lebih murah.

Dengan kondisi pasar yang lebih memilih efisiensi, dampak dari Apple setop jualan Mac Pro tidak akan mengganggu alur kerja profesional secara signifikan. Apple justru ingin mendorong pengguna untuk memaksimalkan ekosistem Thunderbolt 4 dan 5 yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi. Inovasi konektivitas eksternal ini dianggap sudah cukup untuk menggantikan kebutuhan akan upgrade komponen internal yang dulu menjadi ciri khas komputer tower.

Nostalgia Desain: Dari Trash Can hingga Cheese Grater

Secara historis, perjalanan Mac Pro penuh dengan eksperimen desain yang berani. Pada tahun 2013, Apple sempat merilis Mac Pro dengan desain silinder yang kerap dijuluki "trash can". Namun, desain tersebut gagal total di kalangan profesional karena masalah manajemen panas (thermal) yang buruk dan ketidakmampuan untuk melakukan upgrade hardware secara mandiri. Kegagalan ini memaksa Apple meminta maaf kepada komunitas pro dan kembali ke desain tower modular pada 2019.

Advertisement
Sponsor SLOT 17
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved